WARNING!!!

CERITA INI BERGENRE ‘YURI’

DAN

RATING 17

CAST:

SNSD YURI

SNSD YOONA

SNSD JESSICA

2PM TAECYEON

PART 4


Yuri POV
Aku meneguk soju dengan kesal…
Seperti Jessica benar-benar tak bisa datang…
Tapi sesaat kemudian aku tersenyum mengingat kekonyolan Jessica tadi siang saat datang ke rumahku.

-Flashback-
“Ciuman??”kagetku menatap wajah Jessica yang cemas.
“Please jangan tatap aku seperti itu..”omel Jessica dengan wajah memerah.
Aku hanya menghela napas tanpa komentar.
“Ok aku tau ini konyol, tapi apa kamu dulu tidak merasakan hal itu…cemas tentang ciuman pertamamu?” tanya Jessica, aku berpikir sejenak lalu menggeleng.
“Ok mungkin cuma aku orang yang memikirkan ini…tapi Yul please help me..aku tak mau terlihat seperti orang bodoh dihadapan Jaebum..”kata Jessica langsung duduk dihadapanku.
“Klo begitu lihat saja adegan yang ada diTV itu pasti membantumu..atau minta ajarin saja pada Nichkhun, diakan laki-laki..kamu bisa sekalian membayangkan wajah Jaebum..”
Jessica mendengus.
“Khun itu lebih payah dari aku…”gumam Jessica dengan wajah putus asanya.
Aku berpikir sejenak.
Apa memang ada orang sepayah Jessica yang panik menghadapi ciuman pertamanya dan sangat ingin belajar berciuman??
“Ok sini..”aku langsung menarik Jessica agar posisinya lebih dekat denganku.
“Kau tau…ini konyol..”gerutuku, tapi gadis itu malah tersenyum senang tapi dari rautnya terpancar ketegangan.
“Hm..sebenarnya ini hanya naluri saja..dan seperti ini..”aku jadi kebingungan menerangkannya, perlahan aku menyentuh wajah Jessica.
“Sica ini…menggelikan..”bisikku.
“Ok katakan saja apa yang harus aku lakuan..”kata Jessica yang juga merasa aneh dengan situasi yang ada.
“Hm..sebenarnya kamu tinggal tunggu reaksi Jaebum seperti..”perlahan aku mendekatkan wajahku ke Jessica, dia mulai menahan tawa.
“Pasti Jaebum akan seperti ini, lalu begini dan..”
“Eh..!!”Jessica terlihat terkejut. Akupun menoleh kearah pintu.
“Maaf..”kata Yoona langsung pergi dari hadapan kami.

“Ya ampun..ini memalukan..”kata Jessica langsung menutupi wajahnya.
Aku hanya menghela napas melihat sikap Jessica.
“Sebaiknya kamu langsung belajar pada Jaebum saja..”kataku sambil meneguk jus apel kesukaanku.

-Flashback end-

“Yuri…”
“Khun?”aku kaget saat melihat kehadiran Nichkhun di sini, Nichkhun tersenyum dan duduk disampingku.
“Jessica tak bisa datang, karena itu aku yang ke sini…kamu pasti butuh teman bicarakan..sampai-sampai menelpon Sica..”katanya seraya menjauhkan botol soju dariku.

Aku tersenyum getir, sekarang Jessica mulai tak ada waktu lagi untukku…
Mungkin itu karena sekarang ia telah memiliki Jaebum.
Aku menatap Nichkhun yang sedang asyik memainkan botol soju yang kosong.
“Khun…”
“Hmm….”
Sekarang ini…aku…sedang sedih..”kataku.
Nichkhun menatapku sambil tersenyum.
“Memangnya kapan kamu pernah senang…”tanyanya, membuatku langsung tersenyum, bahkan tertawa pelan.
Tapi ucapan Nihkhun ada benarnya, aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku merasa senang.
“Yuri…sekarang cobalah lebih mensyukuri apa yang telah kamu miliki…aku rasa itu akan membuatmu lebih bahagia..”
“Ehm?” aku mengerutkan kening.
Nichkhun kembali menatapku dengan lembut.
“Lihat sekelilingmu…kamu masih punya keluarga yang utuh, apalagi sekarang semuanya telah kembali membaik..cobalah terima dengan rasa syukur..”
Aku langsung mencibir dan mencoba meneguk sojuku tapi dengan cepat ditahan oleh Nichkhun.
“Yuri ayolah..jangan menghindar dengan merusak dirimu..” bentak Nichkhun, membuatku terkejut karena baru kali ini Nichkhun bersikap seperti ini padaku.
“Lihat aku..aku sudah tak punya orang tua atau saudara..tapi aku masih punya Jessica ..juga kamu..dan aku mensyukuri itu..”
Aku tertegun mendengar ucapan Nichkhun, selama ini aku lupa tentang pria ini, pria yang selalu tenang dan penuh senyum, dia tak pernah menunjukkan sisi lemahnya sebagai seorang yatim piatu.
“Maaf..”ucapku lirih, Nichkhun kembali tersenyum.
“Mulai saja dari awal..terima keluargamu yang sekarang dan buka hatimu..”
Aku menatap Nichkhun, baru kali ini aku melihat sisi lain dari seorang Nichkhun…ucapan dan sikapnya membuatku sangat tenang.
Perlahan Nichkhun memelukku….aku terkejut dengan sikapnya tapi akupun tak menolak..
Karena aku merasa hangat dan nyaman.
“Kamu tidak sendiri…kamu punya ayah..ibu..Yoona..Jessica dan aku..” aku melepas pelukan Nichkhun dan tersenyum mendengar ucapannya itu.
“Tapi aku tak yakin Yoona mau memaafkanku” kataku kembali ingat dengan semua sikapku padanya.
“Aku rasa dia akan memaafkanmu..sepertinya Yoona itu tipe pemaaf..berbeda denganmu yang..”
“YEAH!!”potongku cepat membuat Nichkhun langsung tertawa.
Perlahan perasaanku mulai membaik, aku rasa ucapan Nichkhun ada benarnya.

“Terima kasih Khun karena mau datang ke sini..” ucapku tulus, Nichkhun hanya mengangguk.
Aku menghela napas.
“Sekarang Sica mulai sibuk dengan pacar barunya..nanti setelah kamu punya pacar…mungkin aku akan benar-benar kesepian..”kataku lesu.
Nichkhun menatapku, ia seperti memikirkan sesuatu.
“Klo begitu kita pacaran saja..biar selalu bersama..”katanya tiba-tiba.
“APA?” kagetku.
“Kamu dan Taecyeon tidak ada hubungan apa-apakan?”
Aku menggeleng seperti orang bodoh.
“Baguslah..aku sudah lama ingin katakan ini dan sekarang aku perjelas…saranghaeyo!”
Aku mematung kaku menatap Nichkhun.
Apa aku tidak salah dengar?
Atau ini hanya halusinasi pengaruh dari soju yang aku minum?

“Drrr..drrr…”ponselku bergetar.
Aku langsung meraihnya dan menghindari tatapan Nichkhun.
“Hallo?” jawabku.
“Apa?!!” kagetku mendengar suara omma ditelpon, tubuhku langsung menjadi lemas dan kosong.

“Yuri?” Nichkhun mengguncang pelan pundakku.
“Khun…”aku menatap Nihkhun, aku masih syok mendapat kabar dari omma.
Perlahan airmataku menetes, itu membuat Nichkhun cemas.
“Ada apa?”
“Yoona…dia…koma….”ucapku lirih, Nichkhun kembali memelukku dengan erat.

***

Di Rumah Sakit..
Dengan cemas aku langsung menghampiri omma yang baru keluar dari ruang isolasi dimana Yoona berada.
“Omma, Yoona….?”
Omma menatapku dengan sendu, ia terlihat sedih dan putus asa.
“Transfusi darahnya tak berguna lagi…”ucap omma lirih.
“Lalu?” omma hanya menggeleng pelan.
“Omma mau ke ruang dokter dulu..” aku hanya mengangguk.
Aku duduk dengan cemas, baru kali ini aku merasakan kecemasan seperti ini…semua kebencianku pada Yoona hilang begitu saja dan itu berubah menjadi rasa takut kehilangan yang sangat kuat.

Aku merasa seseorang menggenggam erat tanganku, aku menoleh dan melihat Nichkhun tersenyum lembut menguatkanku.
Rasa hangat kembali menyentuh hatiku.
“Khun…aku takut…”kataku pelan, perlahan Nichkhun memelukku, membuat airmataku langsung jatuh.
“Sekarang aku tau maksud dari permintaannya dulu..aku jahat Khun..karena tak pernah menerimanya..kami bersaudara tapi aku terus saja menyakitinya…”tumpahku.
“Tenanglah..pasti ada jalan…transplantasi mungkin bisa membantu..” katanya pelan, aku langsung melepas pelukan Nihkhun dan menatapnya.
“Aku pernah dengar tentang itu..”kata Nichkhun lagi.
Aku hanya terdiam dan tertunduk.

Menjadi saudaramu..sebentar saja..”
airmataku kembali mengalir mengingat permintaan Yoona itu.

***

[i]Yoona POV
Aku terkejut melihat Yuri sedang menatapku,dengan susah payah aku mencoba tersenyum kearahnya, dan aku kembali terkejut melihat ia tersenyum padaku, itu membuat rasa sakit ditubuhku sedikit berkurang.
Aku tak tau ini mimpi atau nyata..tapi aku senang melihat Yuri akhirnya tersenyum.
Aku melihat ia perlahan mendekatiku dan menggenggam tanganku.
“Maaf…”ucapnya.
Aku hampir tak percaya mendengarnya tapi merasakan hangat tangannya membuatku sadar bahwa yang aku alami ini nyata, bukan sekedar halusinasi pengaruh dari komaku kemarin.

“Maaf..aku tak bisa kabulkan permintaanmu dulu..” kata Yuri masih menatapku.
Permintaan??
Aku mencoba menyusun ingatanku.
“Dulu kamu pernah meminta jadi saudaraku sebentarkan?”katanya lagi.

Ah..aku ingat..jadi ternyata dia ke sini untuk itu…
Jadi sampai akhirpun ia tak mau menerimaku?
Hatiku terasa sakit mendengarnya.
“Aku tak bisa kabulkan…karena aku ingin menjadi saudaramu…selamanya” ucapnya dengan tangis, aku terkejut dan terharu mendengarnya.
Walau sulit menggerakkan tubuhku..tapi aku berusaha untuk tersenyum.
Akhirnya…Yuri mau menerimaku.
“Berjuanglah Yoona…setelah kamu sembuh, kita akan berlibur bersama ke Jeju..OKEY!!”
Dengan sekuat tenaga aku berusaha mengangguk.
Perlahan Yuri mendekatiku..walau sulit bergerak tapi aku merasa detak jantungku berdebar kencang.
“Yoona..na doo..saranghae…”bisiknya di telinggaku lalu perlahan ia mencium keningku.
Membuatku makin terharu hingga meneteskan airmata.
Terima kasih onnie..batinku senang.

***

Satu tahun kemudian…
Yuri POV
“Yuri..”aku menoleh keasal suara.
Nichkhun tersenyum kearahku.
“Ayo pulang..nanti kita bisa kemalaman sampai di Seoul” ajak Nihkhun, aku mengangguk.
“Sebentar lagi..”kataku kembali menatap ke arah gundukan tanah dihadapanku.
“Yoona aku pulang dulu…lain kali aku ke sini lagi…oya minggu depan aku akan wisuda…dan akhirnya aku bisa lulus dari kampus menyebalkan itu..”kataku sambil tertawa.
“Hm..kamu ingat dengan Jessica?setelah wisuda nanti dia akan ke LA bersama Jaebum tunangannya. Aku tak mengira mereka akan selanggeng itu..dan kau ingat dengan Taecyeon? itu..pria yang dulu kau kira pacarku..kemarin aku bertemu dengannya dan dia sangat terkejut saat tau kau telah meninggal…dan kau tau…ternyata dulu dia pernah menyukaimu..dasar playboy..tapi sepertinya sekarang dia sudah bertobat…”tawaku lagi, aku menghela napas.

“Terima kasih Yoona..karena sudah masuk dalam hidupku dan beri perubahan yang indah bagiku..sekarang aku sudah berhenti minum dan mencoba menjadi manusia yang lebih baik…”
”Terima kasih juga karena mau menjadi saudaraku…seandainya saja dulu ginjalku tak bermasalah, mungkin sekarang…” Aku kembali terdiam dan menyesali kebodohanku yang dulu gemar minum alkohol sehingga membuat ginjalku ditolak saat itu.
“Yoona…maaf….terima kasih…dan….Saranghae!!”ucapku tulus.
Akupun berbalik dan berjalan meninggalkan tanah pemakaman dimana Yoona beristirahat.
Dan menghampiri Nihkhun yang telah menugguku untuk pulang ke Seoul bersama.

-END-