FIRST DATE Part 2

[Ending]

CAST:

SNSD TAEYEON – SJ YESUNG

SNSD YURI – 2AM SEULONG

WG SUNYE – TVXQ JUNSU

and

2PM

Yesung’s POV

Sial!!!!

Kenapa Taeyeon harus melihatku dalam keadaan seperti ini…MEMALUKAN!!!

Dengan sekuat tenaga aku berusaha bangkit.

Hebat juga masih bisa bangun…” cibir Taecyeon.
“Yesung, menyerahlah…kau hanya perlu berlutut dan meminta maaf pada kami..maka dendam lama antara kita aku anggap selesai…” seru Wooyoung.

Aku melirik ke arah Taeyeon yang hampir menghampiri kami, Taeyeon tolong jangan ke sini..harapku.

Yesung, kau tak akan bisa menang melawan kami semua…jadi jangan bermain lagi…” tawa Junho dengan ekspresi mengejek.

Jangan harap, aku tak akan berlutut atau menyerah pada kalian, apalagi dihadapan Taeyeon.

Tanpa menyahut ucapan mereka aku langsung menghajar Chansung yang berada di dekatku membuat mereka kembali terkejut karena aku tiba-tiba menyerang.

Dasar idiot!!!!” maki Jeabum seraya merangkulku dari belakang tapi dengan cepat aku berontak dan menghajar wajah Jaebum dengan sikutku.

Yesung..sudah..tolong jangan lagi….

Tiba-tiba aku mendengar suara Taeyeon, membuatku menghentikan serangannku.

Nichkhun hendak menyerangku dari arah kanan tapi dengan cepat aku menahan pukulannya.

OK CUKUP!!!” teriakku menyerah membuat kelompok itupun menahan serangan mereka.

Aku melihat Taeyeon yang telah berada di dekat kami, dengan napas tersengal-sengal aku menggeleng memintanya agar tak menangis…ya saat ini Taeyeon sedang menangis ketakutan melihatku seperti ini…sisi burukku telah terlihat oleh Taeyeon dan entah mengapa sekarang aku malah merasa lebih sakit melihat airmatanya dari pada sakit di tubuhku saat ini.

Pelahan aku berlutut menghadap Taecyeon pemimpin kelompok itu membuat mereka dan Taeyeon terkejut.

Maaf…” seruku dengan lantang sambil tertuduk.

Ka-kau…”Taecyeon menatapku tak percaya, tapi setelah melihat kehadiran Taeyeon pria itu malah mencibir tindakanku.

Jangan bilang karena wanita itu kamu mau berlutut padaku?” tanya Taecyeon dengan nada mencibir.

Ini sudah cukupkan?” tanyaku tanpa mempedulikan ucapan Taecyeon.

Aku dan Taecyeon saling bertatapan tajam dan akhirnya Taecyeon mengangguk pelan.

Impas..” serunya lalu mengajak teman-temannya pergi.

Aku kembali tertunduk, aku tak berani menatap wajah Taeyeon, ini sangat memalukan.

Aku terlihat lemah dihadapannya..

Tunggu, kenapa aku tak dapat mendengar pikirannya…

Apa yang sedang dipikirkan gadis itu saat ini..aku sangat ingin tahu.

Tapi…

Apa sakit sekali???
Akhirnya Taeyeon menghampiriku dan berdiri tepat di hadapanku, tapi aku tak menjawab apapun, aku terlalu malu untuk menatapnya.

SREGGGG!!!

Tiba-tiba saja Taeyeon memelukku dengan erat.

Maaf membuatmu mengalah pada mereka…

Apa aku datang disaat yang salah???

Maaf…maaf….

Taeyeon, tolong jangan minta maaf lagi…

Yesung-ah, terima kasih….

Aku melepas pelukanku dan melihat Taeyeon yang berusaha tersenyum diantara tangisnya.

Terima kasih karena mau mengalah karena aku…

Terima kasih karena tak meneruskan perkelahian itu…

Dan terima kasih karena sudah merusak kencan kita hari ini…”sautku memotong pikiran Taeyeon membuat gadis itu tertawa, akupun ikut tertawa melihatnya.

Maaf sudah buat kamu ketakutan…” bisikku.

Taeyeon mengangguk pelan dan memperhatikan wajahku yang terluka.

Ok, Taeyeon saat ini pasti sedang melihat luka-luka di wajahku, tapi kenapa harus sedekat ini, akukan jadi gugup..apalagi…dari jarak sedekat ini Taeyeon makin terlihat cantik.

Aissshhh Yesung, jangan berpikir macam-macam.

DEGGG!!!!

Mata kami bertemu membuatku makin gugup, dengan cepat Taeyeon segera menjauhkan jaraknya denganku.

Akupun berusaha berdiri.

Ayo duduk di sana saja…

Taeyeon membantuku berjalan.

Hey aku tak selemah itu..!!” protesku seraya menepis tangan Taeyeon membuat gadis itu terkejut.

Mak-maksudku…” aku jadi merasa salah bicara.

Kalau begitu kamu tunggu di sini…

Apa?!!” heranku karena Taeyeon tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkanku.

Dia mau kemana? Kenapa pergi begitu saja…

Apa tadi kata-kataku terlalu kasar sampai dia semarah itu?

Ah dasar bodoh, kenapa tadi aku membentaknya…diakan hanya mau membantuku.

Dengan lesu akupun duduk di pinggiran jalan yang rindang.

Hari ini benar-benar kacau sekali dan semuanya diluar dugaan.

Kenapa bisa sesial ini ya…

Hosh..Hosh…Hoshh…!!!

Aku menoleh ke arah seseorang yang tampak berlari ke arahku.

Taeyeon???

Aku terkejut melihat Taeyeon kembali, tenyata dia tak meninggalkanku…

Dan ternyata ia pergi untuk membelikan aku obat..

Aku tak dapat lagi membendung rasa senangku melihat kehadirannya.

Aku pikir kamu pergi karena marah…” kataku begitu Taeyeon di hadapanku.

Bodoh, mana mungkin aku pergi begitu saja..

Terima kasih…”senangku membuat ia memberiku sebuah senyuman yang selalu aku suka.

Dengan sigap Taeyeon segera mengobati beberapa memar di wajahku, untung saja tidak terlalu parah dan tak lupa Taeyeonpun membelikan aku es untuk mengompres memar di bagian perut dan lenganku.

Hm~~ternyata hari ini tak begitu buruk juga..

Karena aku senang sekali melihat Taeyeon sangat peduli padaku.

Begitu selesai memberi obat pada lukaku, Taeyeon segera mengeluarkan bekal dari dalam tasnya, itu membuatku makin berseri-seri karena aku sangat suka dengan masakan buatan Taeyeon.

Ahh..rasanya aku ini pria yang paling beruntung saat ini.

Ini…

Taeyeon menyodorkan sebuah kotak bekal padaku, kamipun makan bersama di tempat ini yang seharusnya tak layak untuk di jadikan tempat makan, tapi entah mengapa aku tak peduli karena saat ini bagiku ada Taeyeon bersamaku itu sudah sangat cukup.

Selesai makan aku langsung mengajak Taeyeon berjalan ke arah pantai karena itu adalah tujuan awal kami untuk datang ke sini.

Hari ini suasana pantai tidak begitu ramai.

Ommo..mereka!!!!

Aku menatap heran pada reaksi Taeyeon, spontan aku ikut melihat ke arah penglihatan Taeyeon.

Wauww Sunye dan Junsu ternyata sedang berciuman, aku kembali melihat Taeyeon yang masih terpaku menyaksikan adegan di pinggir pantai.

Dasar gadis bodoh, kenapa ia betah sekali melihat hal seperti itu, jangan bilang dia merasa sakit hati melihat Sunye dan Junsu berciuman.

TUKKK!!!!

Aku mengetuk kening Taeyeon.

Jangan rusak suasana hatiku dengan tatapanmu ke mereka…”bisikku di telingga Taeyeon lalu segera berjalan mendahuluinya.

Ommo, apa yang aku lakukan, pasti Yesung marah lagi…

Aku tersenyum mendengar pikiran Taeyeon, gadis itu segera mengerjarku dan aku segera melenyapkan senyumku, jangan sampai ia melihat senyum jahilku.

Maaf jangan salah paham…

Taeyeon menarik ujung bajuku, aku berhenti dan menatapnya.

Tolong jangan marah, aku tak bermaksud apa-apa, aku juga tidak berpikir tentang Junsu oppa lagi…aku hanya terkejut melihat mereka bercium….

Tanpa menunggu Taeyeon menyelesaikan penjelasannya, dengan cepat aku langsung mencium bibirnya hingga membuat gadis itu terkejut.

Aku percaya kamu tak melihat Junsu lagi…karena aku tahu siapa laki-laki yang kamu suka saat ini…”bisikku lalu kembali mencium Taeyeon dengan sangat lembut.

Wah seru sekali, setelah Sunye dan Junsu ternyata Taeyeon juga melakukannya…”

Mendengar suara yang tak asing, aku dan Taeyeon spontan saling menjauh.

Dan benar saja, ternyata dua sosok pengganggu kencanku malah sedang asyik mengintip.

Hey kalian, apa tak ada kerjaan lain selain mengganggu hidup orang dan cari gratisan dan…aduhhh!!!” spontan Taeyeon menyikut perutku yang memar.

Ok ok…kami tak akan mengganggu lagi…lagi pula kami ke sini ada perlu sesuatu ke Taeyeon….” terang Yuri menghampiri Taeyeon, aku menatap curiga pada gadis itu.

Taeyeon-ah, boleh aku pinjam uangmu untuk..”

TIDAK BOLEH!!!” potongku cepat.

Taeyeon melirik tajam padaku lalu ia mengajak Yuri untuk menjauhiku.

Dasar..”makiku.

Ya..para gadis memang dasar…”saut Seulong menghampiriku.

Bukannya kamu sama saja dengan Yuri, lirikku.

Kamu dan Junsu beruntung sekali, dari tadi aku sama sekali belum mencium Yuri..” gumam Seulong dengan cemberut.

Laki-laki ini benar payah, kenapa dia harus ceritakan hal seperti itu padaku?

Hey apa kamu punya saran untuk itu..?” tanya Seulong dengan tatapan penuh harap padaku.

Aku hanya meliriknya dengan kesal, dan perlahan laki-laki itu malah tersenyum bodoh.

Ok sebaiknya aku cari cara sendiri…” nyengir Seulong, sepertinya ia mulai takut padaku, tapi dengan cuek aku malah merangkul pundaknya.

Kalau kamu sayang pada Yuri maka jaga dia baik-baik dan jangan ajari dia hal-hal bodoh seperti yang sering kalian lakukan…dan satu lagi yang lebih penting…jangan cuma cari gratisan…kasihan Yuri punya pacar sepertimu..” kataku dengan datar tapi sangat tajam.

Taeyeon-ah….kamu beruntung sekali punya pacar seperti dia…” tiba-tiba suara Yuri mengagetkanku dan Seulong.

DUKK!!!

Tiba-tiba Yuri memelukku dengan erat.

Terima kasih..” katanya dengan senang.

Apa?!!”heranku.

Terima kasih karena mengatakan hal itu pada Seulong oppa..kamu memang laki-laki yang baik..tidak salah Taeyeon menyukaimu…” ujar Yuri sambil menepuk-nepuk lenganku.

Walaupun lengan yang ia pukul terdapat memarku tapi entah mengapa aku sama sekali tak merasakan sakit, malah aku merasakan sesuatu yang hangat mengalir di dadaku.

Aku melihat Taeyeon yang sedang tersenyum padaku, apa mungkin karena ini Taeyeon senang berteman dengan sahabat-sahabatnya itu, walau kadang menyebalkan tapi mereka ternyata hangat.

Oppa, saranghae…” tiba-tiba saja Yuri mencium pipi Seulong membuat pria itu terkejut tak bereaksi.

Aku suka oppa apa adanya…oppa tak perlu belajar apapun dari orang lain atau berubah…aku lebih suka oppa yang suka tidur di kelas, aku suka oppa yang selalu menjadi murid yang langganan berlutut di koridor karena tidak mengerjakan tugas, aku juga suka dengan oppa yang selalu terlihat keren saat dihukum keliling lapangan sekolah, aku juga suka dengan oppa saat menjarah makan siang Sunye untuk kita makan bersama juga…”

YURI-YA CUKUP!!!!!” potong Seulong dengan wajah hampir menangis.

Kenapa?” heran Yuri.

Jangan diteruskan, itu membuatku makin malu….ternyata aku memang sangat payah ya…” nelangsa Seulong, Yuri menggangguk pelan.

Kenapa oppa baru sadar sekarang?”

Iya-ya…” gumam Seulong dengan wajah frustasi.

Tapi itu yang bikin aku suka sama oppa…” Yuri tersenyum pada Seulong, aku dapat melihat senyum yang tulus dari gadis itu, bukan senyuman yang menyindir atau mengejek segala kebodohan Seulong.

Perlahan aku merasa seseorang menggenggam tanganku.

Taeyeon tersenyum lembut padaku dan mengajakku untuk meninggalkan pasangan itu.

Aku dan Taeyeon akhirnya pergi diam-diam tanpa Yuri dan Seulong sadari.

Aku jadi tersenyum sendiri melihat pasangan yang menurutku super unik itu.

Tapi akupun salut dengan mereka berdua, Yuri dengan tulus menerima segala kekurangan Seulong tanpa menuntut apapun dari Seulong yang menurutku sangat payah.

Hm~~mungkin bagi orang lain, apa yang Yuri lakukan adalah sebuah hal aneh, tapi…akupun dapat merasakan apa yang Yuri rasakan.

Menerima apapun keadaan orang yang kita sayangi dengan apa adanya tanpa menuntut lebih.

Aku makin menggenggam erat tangan Taeyeon yang berjalan di sampingku…

Akupun merasa sangat beruntung mengenal gadis di sampingku ini..

Gadis yang mampu membuatku selalu kembali tersenyum hanya dengan melihat senyum atau wajah bodohnya…juga…

Gadis yang mampu membuatku melepas segala egoku dan mengalah pada musuh lamaku hanya dalam beberapa detik saja..

Kim Taeyeon…”panggilku, Taeyeon menoleh.

Saranghae…”kataku tanpa melihatnya, tapi dengan sudut mataku aku tahu Taeyeon sedang tersenyum lebar padaku dan itu membuatku ikut tersenyum juga…

Hari ini…kencan pertama kami berjalan sangat indah…

-The End-