WARNING!!!

RATING NC


::STUPID DELUSION::

::YUNHO VERSION::

KWON YURI – JUNG JESSICA – JUNG YUNHO

Oh itu dia..” senangku saat melihat sosok Yuri yang sedari tadi aku cari, aku kesulitan mencarinya karena ponselnya tak aktif. Ternyata Yuri sedang makan seorang diri di kantin, tumben ia tak bergabung dengan teman-temannya yang lain, tapi tak apa dengan begitu aku jadi bebas berduaan dengan Yuri.

Sebelum menghampirinya aku sengaja merapikan rambut dan pakaian yang aku pakai, aku tak mau terlihat acak-acakan di hadapan Yuri.

Ok perfect…” gumamku puas.

Yul..i’m coming…” senangku sambil berjalan menghampirinya.

Hm..tapi tunggu sebaiknya aku membelikannya minuman, sepertinya ia tidak membawa minumam.

Akupun menuju ke mesin penjual juice ready to drink, Yuri pasti senang bila aku membawakannya minuman.

Hari ini aku memang sangat bersemangat ingin segera bertemu dengan Yuri, aku sangat merindukan gadis itu..tentu saja karena Yuri adalah kekasihku…

Setelah membeli dua juice aku segera menghampiri meja di mana Yuri duduk, tapi….

Langkah kaki perlahan melambat, keningku mengerut melihat Yuri yang terdiam dan nampak sedang memeperhatikan seseorang.

Akupun mencari sosok yang sedang Yuri perhatikan…

Dia lagi…” desahku tak suka, aku tersenyu pahit mengetahui Yuri sedang menperhatikan Jung Jessica yang berada tak jauh dari Yuri.

Melihat itu hatiku terasa sakit, ini bukan pertama kalinya aku memergoki Yuri memperhatikan gadis itu, yang membuatku kesal adalah tatapan Yuri yang seperti menyimpan sesuatu pada gadis itu.

Urung menghampiri Yuri, akupun memutuskan untuk duduk tak jauh dari tempat Yuri, aku semakin merasa kesal karena Yuri sama sekali tak menyadari kehadiranku.

Ini terasa sangat menyebalkan, aku merasa Yuri sedang menghianatiku, tapi akupun tak tahu harus bersikap bagaimana untuk hal ini, karena Yuri tak melakukan hal lebih selain hanya menatap Jessica dari kejauhan.

Akupun tak dapat membuktikan kalau pemikiranku ini benar, walaupun ini pemikiran yang sangat aneh…Yuri menyukai Jessica…kalau yang aku pikirkan ini salah maka aku memang laki-laki yang sangat bodoh., apalagi aku cemburu pada seorang gadis. Rasanya aneh berpikir gadisku menyukai orang lain dan itupun seorang gadis.

Aku tersenyum bodoh dengan pikiranku ini.

Aku terus memperhatikan Yuri.

Ia sama sekali tak menyentuh makan siangnya dan matanya terus mengarah pada sosok Jessica, aku mendesah berat…

Pikiranku diipenuhi oleh rasa cemburu…

Aku harus melakukan sesuatu….

SREKKK!!!

Aku bangkit dari tempat dudukku dan segera menghampiri Yuri, aku harus mengakhiri rasa curigaku ini, Yuri hanya milikku dan ia tak boleh memikirkan orang lain selain aku..Jung Yunho kekasihnya.

Yuri…” sapaku.

Oppa??” kaget Yuri.

Ikut aku sebentar..” aku menarik tangan Yuri dengan kasar membuatnya kaget, sebenarnya aku sendiri kaget dengan apa yang aku lakukan ini tapi pikiran sehatku telah tertutup oleh rasa cemburuku.

Oppa kita mau ke mana? Dan ada apa, kenapa buru-buru?” heran Yuri karena aku terus saja menarik tangannya untuk meninggalkan kantin.

Aku tak menjawab pertanyaannya aku terus berjalan menuju kelas kami.

Oppa jam kuliah kan masih satu jam lagi kenapa kita harus buru-buru ke sini?” heran Yuri begitu kami memasuki kelas.

Aku segera mengunci pintu kelas dan menatap Yuri yang masih kebingungan dengan sikapku.

Oppa…??” Yuri menunggu penjelasan dariku, aku hanya menghela napas dan menghampirinya yang hari ini aku merasa ia makin terlihat cantik.

Kwon Yuri…” panggilku.

Hm?”

Saranghae…” kataku dengan tatapan tajam, ia malah tersenyum mendengarnya.

Ia hanya mengangguk kecil tanpa membalas ucapanku.

Aku menunggu tapi ia malah tertawa.

Oppa ayo kembali ke kantin, makananku belum habis..” ajak Yuri seraya mengandeng lenganku.

Tapi aku sama sekali tak bergerak aku malah kesal mendengarnya, aku ragu ia kembali untuk menyelesaikan makan siangnya atau ingin memuaskan rasanya untuk menatap Jessica.

Spontan aku mendorong Yuri ke dinding belakangnya dan mulai mencium bibirnya dengan kesal.

Opp….Oppa..?” kaget Yuri berusaha mendorongku menjauhkan bibirku darinya tapi tenagaku makin bertambah aku makin mengunci bibirnya dengan ciumanku.

Aku tak memberinya kesempatan untuk bicara.

Kedua tangan Yuri yang meronta-ronta aku tahan dengan kedua tanganku.

Perlahan Yuri mulai kehabisan tenaga untuk berontak, akupun berlahan melepaskan tangan dan ciumanku. Aku menatap Yuri yang masih bingung dengan sikapku yang seenaknya padanya.

Maaf..” bisikku seraya menempelkan keningku di keningnnya.

Napasku tersengal-sengal karena emosi tadi.

Oppa…kenapa?” tanyanya, aku hanya menggeleng kecil karena tak sanggup mengatakan aku cemburu karena tatapannya pada Jessica.

Aku menatap wajah Yuri yang berada sangat dekat denganku, gadisku ini memang cantik dan aku sangat menyukainya.

Perlahan aku membenahi baju Yuri yang sedikit berantakan karena ulahku tadi, ia membiarkan aku membenahi bajunya, matanya terus mengawasiku seakan menungggu penjelasanku.

Sudah rapi…” ujarku seraya merapikan rambut Yuri tapi mataku malah terpaku pada leher Yuri, spontan bibirku malah menghampiri leher Yuri dan mulai menciuminya lagi.

Oppa…eh…” Yuri yang hendak memprotes sekarang mulai terlihat menikmati apa yang aku lakukan, ia tak lagi menolak.

Dari lehernya aku kembali beranjak ke bibir Yuri, ia tak menolak lagi sehingga aku tak perlu menciumnya dengan kasar lagi.

Kami berdua mulai menikmati suasana,

Yuri mengantung kedua tangannya di leherku dan sesekali tangannya menyentuh tengkukku menimbulkan rasa geli yang aku salurkan pada ciuman kami.

Tanganku sekarang mulai menyentuh nakal paha Yuri dan perlahan mulai naik dan masuk ke dalam kemeja yang Yuri kenakan. Dapat aku rasakan halusnya kulit Yuri, entah Yuri sadar atau tidak, saat aku mulai membuka kancing kemejanya ia tetap diam dan menikamti ciuman kami.

Tapi saat aku menyentuh branya Yuri langsung menghentikan ciuman kami.

Oppa..” ekspresi Yuri terlihat ragu.

Hm..kalau kamu keberatan..aku tak akan…” Aku menatap ragu pula tapi perlahan aku melihat senyumnya mengembang, perlahan aku kembuka bra yang Yuri gunakan dan menyentuh payudaranya.

Yuri mengeliat geli dan aku kembali mengunci bibirnya dengan bibirku.

Aku merasa sesak dan panas tapi aku tak ingin menghentikan permainan ini.

Setelah puas bermain dengan payudara Yuri tanganku kembali turun menghampiri sabuk celana Yuri tapi tangan Yuri mengcegahnya.

Tidak untuk yang itu..” tolaknya, mengangguk mengerti, aku menghargai permintaan Yuri itu.

Akupun membungkuk dan menghampiri dada Yuri dan menciumi daerah sekitar dadanya, sedangkan Yuri hanya mampu meremas geli punngung Yunho menikamti sensasi yang Yunho berikan, desah napasnya di telinggaku membuatku makin suka dengan permainan ini.

Sekarang aku yakin Yuri hanya milikku…dan pikiran bodohku tentang Jessica telah lenyap seiring pemainan kami yang makin panas hingga…

TRINGG..DRING..SRINGG…!!

Suara ponselku mengagetkanku.

Heh…??” mataku mengerjap sadar.

Aku menghela napas dan tersenyum bodoh.

Aku merasa sangat berkeringat karena khayalanku tadi..

Aku melihat sekelilingku, suasana kantin telah sepi tapi aku masih melihat Yuri terdiam di tempat duduknya.

Aku kembali memperhatikannya.

Apa jadinya bila tadi aku melakukan apa yang aku khayalkan tadi..???

Apa Yuri akan menolak dan membenciku atau akan menikmati seperti yang terjadi dalam khayalanku tadi?

Aku kembali tersenyum sendiri memikirkan khayalanku tadi.

Aku akhirnya beranjak dan menghampiri Yuri yang terlihat masih melamun.

Yuri..” panggilku, tapi ia sama sekali tak bergerak.

Aku memperhatikan arah matanya, tak ada siapapun di kantin selain kami berdua.

Jadi dia sedang memikirkan apa, sampai ia terlihat sangat asyik melamun seperti itu.

Aku menghampiri wajah Yuri dan menatapnya lebih dekat.

Yuri…” panggilku lagi dengan suara yang lebih kencang.

Eng?” kagetnya, aku menahan tawa melihat ekspresi terkejutnya, wajahnya sangat lucu.

Hei Yuri..kenapa melamun di sini sendiri?” tanyaku seraya duduk di sampingnya, rasanya sangat nyaman bisa berada di dekat gadisku ini.

Yuri masih terdiam dan sepertinya ia baru menyadari bila tinggal kami berdua yang berada di kantin ini.

Hei..kamu baik-baik saja kan?” tanyaku yang sengaja menepuk pundaknya, untuk membuatnya benar-benar sadar dari lamunannya.

Yuri masih terlihat bingung, ia melihat sekeliling kami seperti sedang mencari seseorang.

Aku jadi merasa tak dipedulikan olehnya.

Kwon Yuri..?!” seruku sedikit kesal.

Hmm..?” akhirnya ia menoleh ke arahku.

Aku menatapnya lebih dekat.

Apa kamu sedang memikirkan hal kotor?” godaku iseng.

APA?!!!!” pekiknya kaget, membuatku sedikit terkejut dengan reaksinya yang aku rasa berlebihan.

Aku tertawa melihat reaksi anehnya itu, dasar Yuri dia memang sangat lucu.

Akupun menggeser posisi dudukku agar lebih merapat padanya.

Apa yang sedang kamu pikirkan heh?” seraya membelai rambut Yuri yang panjang dan halus itu.

Ia menggeleng pelan.

Tak ada, hanya sesuatu yang tak penting dan bodoh..” katanya sambil tertawa, aku memperhatikan ekspresinya, aku rasa ia sedang berbohong, bila itu sesuatu yang tak penting mana mungkin ia begitu serius melamun dan tak menyadari kehadiranku di sini.

Tapi sudahlah, aku tak ingin berpikir macam-macam.

Kalau begitu..jangan pikirkan apapun selain..aku..” kataku seraya menarik Yuri ke dekapanku dan tanpa menunggu lagi aku segera mencium bibirnya, ia terkejut tapi ia tak menolak sehingga akupun terus mencium bibirnya dan lupa akan keberadaan kami di kantin.

Tapi…mataku sempat mengangkap sesosok gadis yang urung masuk ke kantin karena melihat kami berciuman, entah mengapa aku malah senang mengetahui Jessica melihat kemesraanku dengan Yuri saat ini.

Aku tahu apa yang aku pikirkan ini adalah sesuatu yang bodoh tapi….

Aku sangat menikmati hal ini…

::THE END::