Ini FF Lama yang aku buka protekannya..

Buat yang ngga suka CERITA NC sebaiknya JANGAN DIBACA!!!


COZ LOVE

TIFFANY – YURI – DONGHAE



Yuri’s POV

TOKK!! TOKK!!

Pintu kamarku di ketuk dari luar membuatku terbangun dari alam mimpi yang baru saja aku telusuri.

Hm..?!” jawabku karena suaraku enggan keluar sepenuhnya.

Yul…” terdengar suara Tiffany dari luar.

Masuklah…” kataku yang berusaha membuka mata lebih lebar lagi, aku menoleh ke tempat tidur Yoona, ternyata teman sekamarku itu belum pulang.

Pintupun terbuka dan aku melihat sosok Tiffany di depan pintu.

Ia tersenyum dengan lembut dan menghampiriku yang masih berbaring malas.

Apa aku mengganggu?!” tanyanya merasa tak enak, aku tersenyum dan menggeleng pelan.

Ada apa?!” tanyaku dengan mata yang telah terbuka lebar.

Rasa kantukku sedikit hilang.

Di luar tak ada siapapun…aku jadi sedikit takut, makanya aku ke sini…” terangnya.

Tadi aku menelpon yang lain dan sepertinya Yoona tak pulang makanya apa boleh aku…tidur di sini…?”

Aku mengangguk.

Silahkan saja..” jawabku sambil tersenyum lagi.

Terima kasih..” senangnya wajahnya terlihat sangat manis saat tersenyum dan aku suka itu.

Ia segera naik dan tidur di tempat tidur Yoona.

Tidurlah Yul, maaf tadi membangunkanmu..”

Aku hanya mengangguk dan kembali memejamkan mataku.

Tapi….

Sekarang aku malah tak bisa kembali lagi ke alam mimpiku.

Rasa kantukku kini sudah menghilang entah kemana. Aku membuka mata dan melihat ke arah Tiffany yang telah memejamkan matanya.

Perlahan aku tersenyum melihat ekspresinya saat tidur.

Wajahnya terlihat sangat manis dan polos.

Fany-ah..” bisikku tanpa sadar.

Hm?” jawabnya sambil membuka mata.

Ternyata ia belum tidur.

Aku pikir kamu sudah tidur..” tawaku merasa tak enak.

Ia tersenyum manis.

Ada apa?”

Eng…” aku jadi bingung sendiri karena tadi aku tak sadar memanggil namanya.

Mau tidur denganku?” tanyaku tiba-tiba.

Hey, ada apa dengan mulutku malam ini…

Aku menyesal mengatakan pertanyaan tadi.

Maksudmu tidur di situ?” tanyanya sambil menunjuk ke arahku, aku hanya tersenyum kecil.

Ok..” jawabnya lalu pindah, aku bergeser memberinya tempat.

Aku suka ini…ia tak menolak dan terlihat senang saat berada di sisiku.

Hangat..” senangnya saat masuk ke dalam selimut.

Ini lebih hangat…” kataku seraya memeluknya dengan erat.

Nyaman…”bisiknya senang kami sama-sama tersenyum.

Tubuh Tiffany terasa hangat hingga membuat hatikupun merasa hangat pula, dengan jarak sedekat ini aku dapat mencium harum tubuhnya, aku suka dengan bau tubuhnya.

Perlahan aku membelai lembut rambutnya yang halus.

Ia menatapku dan tersenyum lembut.

Aishhh menatap Tiffany sedekat ini membuatku tiba-tiba membuatku menjadi sedikit gugup.

Dan entah apa yang sedang aku pikirkan saat ini karena sekarang bibirku malah menghampiri bibir Tiffany dan….

Ternyata ia menyambutnya…

Kini kami sedang berciuman..dan mulai bermain bersama..

Aku dapat merasakan bibir lembutnya yang hangat, perlahan aku mengangkat tubuhku dan merubah posisi di atas, itu aku lakukan tanpa melepaskan ciuman kami…

Tubuh kami bergesek dan aku dapat merasakan halus tubuhnya saat menyentuh kulitku.

Fany..”desahku diantara sela ciuman kami.

Hm..”

Aku menarik bibirku dan menatapnya.

Apa ini…di teruskan..?!” tanyaku sedikit ragu.

Karena ini adalah hal yang aneh.

Kami berdua adalah sesama jenis dan bersahabat namun entah apa yang telah merasuki kami malam ini, rasanya aku ingin sekali bersamanya dan tak ingin melepasnya.

Tiffany tersenyum lembut dan menarik lembut kepalaku dan melanjutkan ciuman kami.

Ok, aku rasa aku sudah tau jawabannya…

Kini aku mulai menelusuri lekuk tubuh Tiffany dengan tanganku, ia pun melakukan hal yang sama, ia mulai membuka kancing piyamaku, itu membuatku menghentikan ciuman kami.

Aku membelai rambut lalu wajahnya saat ia membuka piyamaku, aku melihat senyumnya saat melihat dadaku.

Tanpa mengatakan apapun aku segera menghampiri lehernya dan menciumi atau sesekali menghisapnya.

Ia mendesah lembut menikmati permainanku.

Dapat aku rasakan tangannya yang menelusuri punggungku dan beranjak turun masuk ke dalam celanaku.

Tanganku sendiri kini berada di payudaranya dan sesekali meremas lembut miliknya.

Yul…” panggilnya.

Hm..?” jawabku tanpa melihatnya kini tanganku sedang bergerilya masuk ke dalam celananya dan dengan perlahan aku menarik turun dari pinggangnya.

Ia tertawa kecil namun tak mengatakan apapun lagi.

Kini kami berdua dalam kondisi hampir telanjang.

Peluh membanjiri tubuh kami berdua dalam kenikmatan.

Aku tak tahu berapa lama kami telah melakukan hal ini, namun kini aku mulai lelah hingga jatuh di atas tubuhnya, ia memelukku dengan lembut dan membelai rambutku dan berantakan.

Saranghae…” bisiknya seraya mencium keningku.

*#*#*#*

Hey…!!” seseorang menepuk pundakku dari belakang membuatku terkejut.

Oppa?!” Pekikku kesal dengan tingkah Donghae yang usil, ia tertawa senang karena melihat kekesalanku.

Makanya jangan melamun terus…dari tadi aku panggil tapi tak dengar…memangnya sedang melamunkan apa?” tanyanya sambil mendekati wajahku.

Bukan urusanmu oppa..” kataku sambil berpaling darinya. Aku segera membereskan barang-barangku untuk bersiap pulang.

Langsung kembali ke dorm?” tanyanya memperhatikanku.

Iya, aku lelah..” jawabku singkat.

Aku pulang dulu..” pamitku.

Aku antar..” katanya seraya menarik tanganku.

Tidak perlu..aku bisa…”

Jangan menolak..OK!!” tegasnya tanpa melepaskan tanganku.

Aku tak menolak lagi…

Aku sudah kelelahan karena berlatih menari sejak pagi untuk sebuah perfoma, karena itu aku tak ingin berdebat dengannya.

*#*#*#*

Apa aku boleh mampir..?” tanyanya saat tiba di pelataran apartemenku.

Sebaiknya jangan, jangan sampai ada scandal lagi..aku malas..” jawabku.

Ia tersenyum kecut dan masih menatapku.

Yuri…” panggilnya lembut, aku yang bersiap turun jadi melihat ke arahnya.

Aku rasa..aku suka kamu…” akunya dengan tatapan tajam.

Aku hanya terdiam, aku tahu perasaan Donghae oppa padaku, dari sikap baiknya aku rasa ia telah menganggapku lebih dari seorang junior atau adik.

Beberapa memberku juga pernah mengatakan hal itu, jadi saat ini aku sama sekali tak terkejut dengan pernyataannya itu.

Aku tersenyum lembut.

Terima kasih..” jawabku.

Ia masih menatapku bagai menunggu kelanjutan ucapanku.

Aku permisi…sampai jumpa besok..” kataku lagi sambil sedikit membungkuk lalu keluar dari mobilnya.

Saat aku masuk ke dalam gedung, mobilnya masih berada di sana.

Aku rasa, aku telah mengecewakannya.

Tapi..akupun tak ingin berpura-pura lagi..

Aku hanya menganggapnya sebagai senior dan kakak laki-lakiku saja..tak lebih!

Dengan tenang aku berjalan menuju lift untuk naik ke dorm.

Yul..” seseorang memanggilku dari belakang dan aku tahu siapa pemilik suara itu, begitu aku berbalik sosok Tiffany sedang berlari kecil menghampiriku.

Aku suka melihatnya yang sedang tersenyum ke arahku.

Baru pulang juga?” tanyaku saat ia berdiri di hadapanku.

Ia menggangguk dan melingkarkan kedua tangannya di lengan kananku, kami berdua masuk ke lift bersama.

Senangnya bisa bertemu di sini..” katanya sambil bersandar pada lenganku.

Aku tersenyum dan membelai rambutnya.

Aku tadi melihatmu dengan Donghae oppa..kalian seperti membicarakan sesuatu yang serius..”

Aku mengangguk.

Tadi..Donghae oppa bilang suka padaku..” jawabku santai namun sepertinya ia terkejut mendengarnya hingga menatapku dengan tajam.

Lalu..?” tanyanya penasaran.

Lalu apa?!” aku malah balik bertanya dan membalas tatapannya.

Aku suka melihat ekspresi wajahnya saat ini.

Kamu..jawab apa?!”

Hm..terima kasih…”

Hanya itu..?!!” tanyanya tak yakin.

Aku berpikir sejenak mencoba mengingat apa yang tadi aku ucapkan.

Aku pamit dan turun..” kataku lagi.

Hanya itu?!” tanyanya tak percaya, membuat senyumku mengembang.

Ekspresinya sangat mengemaskan.

Memangnya ada yang kamu harapkan?” aku balik bertanya, ia menghela nafas dan tertunduk.

Fany-ah..” panggilku, ia mengangkat wajahnya dengan lesu.

Dengan cepat aku mencium bibirnya membuatnya terkejut.

TING!!!

Pintu lift terbuka.

Ayo..” aku mengandeng tangannya dan mengajaknya keluar, dengan sudut mataku aku dapat melihat senyumnya mengembang.

Aku mempererat genggamanku saat kami berjalan beriringan.

Saat ini aku hanya ingin bersama pemilik tangan ini saja…

Tak ingin dengan yang lain…

*#*#*#*

Seohyun tolong panggilkan yang lain..” pinta Hyoyeon saat meletakkan hidangan terakhir untuk makan malam mereka.

Baik..”

Biar Fany aku yang panggil..” kataku cepat sambil melepas celemek yang aku pakai, Seohyun tersenyum senang dan keluar dari dapur.

Aku segera menghampiri kamar Tiffany.

Fany-ah..” panggilku seraya mengetuk pintu kamarnya, namun tak ada jawaban dari dalam.

Saat aku membuka pintu ternyata kamarnya kosong dan sayup-sayup terdengar gemericik air dari kamar mandi. Aku tersenyum dan melangkah masuk, sepertinya ia sedang mandi.

Dengan hati-hati aku kembali menutup pintu, aku ingin mengejutkannya..

Tapi…

Yul..?!” Aku malah terkejut karena begitu aku menutup pintu dan berbalik ternyata ia sudah keluar dari kamar mandi.

Kini mataku hanya mampu terpaku menatap sosoknya yang hanya berbalut handuk.

Ada apa?!” tanyanya sambil melangkah menghampiriku.

Aku tersenyum kaku dan menelan ludahku.

Makan…malam…sudah siap..” jawabku terbata tanpa mengedipkan mata darinya.

Ok..aku bersiap dulu…” katanya lalu berjalan menuju lemari pakaian.

Tapi dengan cepat aku langsung memeluk tubuhnya dari belakang, aku bagai merasa ada daya magnet yang menarikku untuk melakukan itu, sesaat ia terkejut namun ia hanya tertawa.

Dari belakang aku mencium pundaknya, tubuhnya sangat harum membuatku makin tak ingin melepasnya.

Yul..aku lapar..jangan sekarang…” pintanya tapi ia sama sekali tak menolak segala sentuhanku, ia malah terlihat menikmatinya.

Aku tak menghiraukan permintaannya, tanganku malah menarik pelan handuk yang melingkar di tubuhnya.

Yul..!!” pekiknya kaget, tapi aku hanya tertawa jahil.

Kini, aku tak tahan lagi..

tak ada selembar benangpun ditubuhnya, nafasku sedikit sesak menatap tubuhnya yang polos.

Ia mencoba meraih handuknya namun dengan cepat aku menarik tubuhnya kepelukanku..

Yul..aku…eng…” tanpa memberinya kesempatan aku langsung membungkam bibirnya dengan ciumanku.

Kini ia tak protes lagi bahkan mulai larut dalam permainanku, perlahan aku mendorong tubuhnya ke arah tempat tidur dan langsung menindihi tubuhnya.

Yul ini tidak adil..” protesnya saat ciuman kami terlepas.

Kenapa?”

Kenapa hanya aku yang…” ia tak meneruskan ucapannya karena malu.

Aku hanya tertawa melihat wajahnya yang memerah.

Jadi kamu juga mau aku melepas pakaianku dan…”

Onnie…Yuri onnie..?!” tiba-tiba terdengar suara Seohyun.

Aku dan Tiffany menjadi panik, aku tak dapat bayangkan bagaimana bila Seohyun melihat apa yang sedang kami lakukan saat ini.

Ya..?!” jawabku cepat.

Di luar ada Donghae oppa mencarimu…”

Oh ok…aku ke sana sekarang..” jawabku cepat sambil bangkit dari atas tubuh Tiffany.

Dan aku bersyukur Seohyun tak masuk, aku mendengar ia memanggil Jessica dan menjauh dari kamar ini.

Aku menghela nafas lega.

Yul…”

Ya?”

Apa kamu masih berhubungan dengan Donghae oppa?” tanyanya dengan suara menekan, aku menatapnya dan melihat wajahnya berubah serius..dia mungkin sedang cemburu.

Jangan lupa, kita ini satu agensi jadi tak mungkin menjauhi Donghae oppa begitu saja. Jadi tenanglah..”aku tersenyum lembut padanya.

Ia hanya menghela nafas dan ikut bangkit.

Sekilas aku melihatnya saat ia kembali memakai handuknya.

Fany-ah..”

Hm..” balasnya tanpa menatapku.

Saranghae..” kataku lalu keluar dari kamarnya.

Aku suka saat ia sedang cemburu..

*#*#*#*

Hey ayo bersiap pulang..” ajak Taeyeon saat masuk ke ruang latihan kami.

Akhirnya…ayo..” lega Jessica karena ia telah kelelahan.

Kami semua membereskan barang bawaan dan bersiap pulang ke dorm.

Mana Fany..?” tany Taeyeon saat menghitung jumlah kami.

Aku langsung melihat teman-temanku satu persatu dan baru sadar ia tak ada diantara kami.

Biar aku cari..” kataku lalu berlari ke luar ruangan.

Aku menelpon ponselnya tapi tak dijawab.

Ada apa? Tak biasanya panggilanku tak dihiraukan.

Onnie, apa melihat Tiffany?” tanyaku pada seorang staff yang aku temui.

Sepertinya di lantai atas, mungkin ke atap..”

Aku mengangguk terima kasih dan tanpa pikir panjang langsung ke sana.

Dan sepertinya memang benar, pintu atap gedung terbuka seperti ada orang di luar.

Aku tersenyum jahil dan ingin mengejutkannya.

Dengan hati-hati aku keluar, suasana terlihat sepi, itu membuatku sedikit bingung.

Tapi mataku tiba-tiba menangkap sebuah pemandangan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku.

Dengan jelas aku melihat Tiffany sedang berciumann dengan Donghae oppa, aku hanya mampu membatu menatap mereka.

Mereka berciuman dengan sangat erat, keduanya tak sadar dengan kehadiran orang lain karena sedang larut dalam ciuman mereka.

Kini aku bagai merasa seperti orang bodoh..

Pria itu sempat mengatakan menyukaiku namun kini ia sedang mencium Tiffany dengan sangat liar.

Sedangkan Tiffany yang sering mengatakan cinta padaku, kinipun melakukan hal yang sama pada Donghae..

Perlahan aku melangkah mundur tanpa suara dan pergi dari tempat itu dengan membawa kebencian pada mereka berdua.

*#*#*#*

Yul..” Tiffany tiba-tiba memelukku dari belakang saat aku menyendiri di balkon dorm.

Tubuhnya terasa harum namun aku tak lagi menyukai harumnya.

Kami berdua membisu sesaat, aku menghela nafas dalam-dalam.

Fany-ah..” ujarku pelan.

Ya..?”

Kita..berpisah saja..” kataku pelan.

APA?!” kagetnya.

Aku melepas tangannya yang sedang memelukku dan berbalik melihatnya.

Sebaiknya kita jangan seperti ini lagi..aku mau kita hanya menjadi teman kerja..itu saja..” tegasku lagi.

Aku melihat matanya mulai berkaca-kaca menahan tangis.

Ke-kena-pa?” tanyanya terbata, kini airmatanya mulai mengalir.

Aku tak ingin bersama dengan orang yang telah berhianat..”

Apa?!” tanyanya terlihat bingung.

Aku tak mengerti kenapa kamu masih bisa memelukku padahal tadi kamu berciuman dengan Donghae oppa..”

ia terlihat terkejut menndengar kata-kataku.

Kita…sudah berakhir..” bisikku yang juga sangat terluka.

Aku bisa jelaskan..ini..”

Jangan bilang ini hanya salah paham atau apapun yang memposisikanmu sebagai korban…aku melihat kalian…tak ada paksaan di sana…kamu menikmatinya..dan itu sudah cukup untuk perpisahan ini..” kataku lagi mencoba untuk tenang.

Akupun meninggalkannya sendiri di balkon, aku dapat mendengar tangisnya namun aku tak ingin berbalik untuk memeluknya, karena aku juga merasakan sakit karena perpisahan ini.

*#*#*#*

Tiffany’s POV

Airmataku mengalir deras aku hanya mampu melihat punggung Yuri yang menjauh lalu menghilang dari hadapanku.

~flashback~

Fany-ah apa Yuri ada?” tanya Donghae saat menghampiriku yang ingin masuk ke ruang latihan.

Memangnya ada apa?” aku balik bertanya, Donghae tersenyum senang.

Ada yang ingin aku berikan padanya..”

Aku menatapnya dengan sedikit kesal, bukannya Yuri telah menolakknya tapi kenapa ia masih terus mengejar Yuri.

Oppa, bisa bicara sebentar?” tanyaku begitu sebuah ide terlintas di benakku.

Bisa, ada apa?”

Nanti kamu akan tahu, bagaimana kalau kita ke atas..” ajakku.

Kamipun naik ke atap gedung, di sana tempatnya tenang dan tak ada gangguan.

Ada apa sampai kita harus bicara di sini?” tanyanya terlihat penasaran, aku tersenyum kecil.

Apa benar oppa menyukai Yuri dengan sungguh-sungguh?” tanyaku to the point, aku melihatnya terkejut tapi perlahan ia tersenyum dan mengangguk tegas.

Ya, kenapa? Apa kamu mau membantuku?” tanyanya antusias.

Aku menggeleng.

Tidak, aku hanya ingin pastikan saja..”

Ia malah tertawa mendengar ucapanku.

Fany-ah..kamu lucu sekali..” tawanya sambil membelai rambutku.

Tapi aku sama sekali tak tertawa atau tersenyum, karena aku malah kesal dengan sikapnya.

Lalu bagaimana kalau oppa buktikan, aku ingin tau seberapa besar cinta oppa ke Yul..”

Ia menatapku dan perlahan tawanya berhenti.

Ok, bagaimana caranya?”

Aku menghela nafas dan melihatnya dengan tajam.

Cium aku..”

APA?!!”

Tanpa mengulang lagi aku langsung menarik kerah bajunya dan mencium bibirnya.

Ia terlihat terkejut dan mencoba menolak tapi dengan cepat aku menciumnya dengan erat bahkan menggunakan lidahku, perlahan ia mulai terpancing dan membiarkan ciumanku, ia bahkan mulai membalas ciumanku.

Aku tersenyum dan meneruskan perbuatanku.

Ternyata hanya begitu saja kekuatan cinta pria ini pada Yuri…

~Flashback End~

Aku rasa, cintaku lebih besar dari Lee Donghae..

Tapi karena cinta ini tanpa aku sadari malah melukainya..

Kini ia tak ingin bersamaku lagi..

Memaksanya hanya akan membuatnya menderita…

Melindunginya…

Mungkin hanya itu yang dapat aku lakukan untuk menjaga cinta ini…

Saranghae Yul…Saranghae!!!

=THE END=

Buat yang udah baca tolong saran dan kritiknya karena ini FF NC-ku yang sengaja aku buat agak ekstrim, tapi karena aku bukan penulis FF NC, jadi klo aneh tolong kritikannya..