HeLLeN's Imagination

My World My Rules My Imagination

Fresh Coffee 5

on 19 June 2010

 

WARNING!!!

CERITA INI BERGENRE ‘YURI’ DAN RATING 17

Cast:

SNSD Yuri – SNSD Jessica -TVXQ Yunho

CHAPTER LIMA


Perlahan aku membuka mataku dan seperti biasa.
Aku mencoba mengumpulkan semua nyawaku yang masih melayang.
Perlahan memoriku kembali mengingat apa yang terjadi semalam.
Aku memejamkan mata..perlahan airmataku menetes.
Sosok pria itu kembali lagi..
Sosok Pak SeungHun sosok pria yang pernah aku sukai..
Pria yang pernah membuat aku bahagia..dan pria yang pernah merusak hidupku.
Kini muncul kembali..


Tiba-tiba aku merasa sesuatu yang hangat menghapus airmataku..perlahan aku membuka mata dan terkejut melihat Yunho di samping tempat tidurku.
“Maaf..aku tak bermaksud buruk..” Yunho langsung mundur beberapa langkah dan aku spontan membalikan tubuhku membelakangi Yunho.
“Sungmin dan Jessica sedang membeli sarapan, aku tadi hanya ingin melihat keadaanmu tapi ternyata….tapi aku tak ada maksud jahat…” terang Yunho gugup.
Aku langsung menutup wajahku dengan selimut dan mulai menangis tanpa suara, hanya tubuhku yang terus bergetar.
Hatiku kembali sakit…luka yang mulai sembuh kini kembali terbuka…


“Yunho..?” aku mendengar suara Jessica memasuki kamar.
“Yuri kamu tak apa-apakan?” cemas Jessica.
“Sebaiknya kalian keluar dulu..” pinta Sungmin, lalu aku mendengar suara pintu kamar ditutup.
“Yuri jangan takut..aku ada di sini…” terdengar suara Sungmin didekatku.
Perlahan aku membuka selimut..aku melihat Sungmin tersenyum lembut.
Aku segera memeluknya.
“Aku harus bagaimana..?” tanyaku bingung dan takut.
Aku sulit membuang sosok Pak SeungHun dari otakku, masa lalu itu terlalu melekat di otakku.
“Kamu pasti bisa…aku akan bantu..aku ada di sini..jangan takut…” Suara Sungmin terdengar bergetar.
Aku percaya ucapan pria ini…kami tak ada hubungan darah…tapi aku sangat percaya dengan ucapannya…
Satu-satunya pria yang tulus padaku…

=XXXX=

 

“Yuri bagaimana?” cemas Jessica.
“Dia sudah tenang..dia sedang tidur..” Sungmin duduk di samping Yunho.
Jessica meyodorkan secangkir kopi untuk Sungmin.
“Sebenarnya ada apa?” tanya Yunho.
Sungmin menyandarkan tubuhnya di sofa, wajahnya terlihat lelah.
“Pria semalam itu bernama Song SeungHun, dia guru magang kami di SMA dulu…”
Sungmin mulai mengenang masa lalu.
“Saat bertemu dengan Pak SeungHun, Yuri langsung menyukai pria itu. Yuri yang baru kehilangan ibunya langsung ceria dengan hadirnya pria itu..aku sebenarnya aku sempat menetang tapi aku tak tega merusak kebahagiaan dia. Pak SeungHun sangat ramah dan baik pada Yuri. Tapi ternyata semua itu ada maksud terselubung…”
Sungmin berhenti sejenak, amarah terpancar dari matanya.


“Pria itu hanya memanfaatkan rasa suka Yuri..pria itu sudah merusak hidup Yuri karena Yuri hanya dijadikan alat pemuas napsunya saja..” suara Sungmin terdengar bergetar antara menahan amarah dan sedih.
“Setelah masa magangnya selesai, pria itu menghilang bergitu saja…dan Yuri langsung hilang arah…aku bahkan tak mampu menghiburnya…hidupnya makin berat dengan kelakuan kakak dan ayahnya…dan tiba-tiba saja Yuri menghilang…”
Sungmin meneguk kopi buatan Jessica, lalu melanjutkan ucapanya.
“Aku bersyukur bisa melihat dia lagi..bahkan lebih baik dari sebelumnya…tapi kenapa pria itu harus muncul lagi…”
suasana menjadi hening…semuanya membisu dengan pikiran masing-masing.

=XXXX=

 

Aku membuka pintu kamar, sepertinya Jessica sudah berangkat kerja.
Aku menuju dapur dan membuat secangkir kopi.
Ternyata Jessica telah menyiapkan sarapan untukku, aku tersenyum membaca memo yang dia tinggalkan di meja makan.
Jessica memang gadis yang baik, beruntung sekali suaminya kelak.
Aku meneguk kopi kesukaanku secara perlahan, meminum kopi bisa membuatku tenang dan merasa segar.
Hari ini suasana hariku mulai membaik.
Aku menatap keluar jendela, sebaiknya aku jalan-jalan keluar menghirup udara segar.
Aku segera beranjak dan merapikan diri.


“Noona..?” Seorang cowok mengagetkanku.
“Kamukan…?” aku berusaha mengingat nama pria ini.
“Choi Minho..ingat?” tanya Minho dengan senyum manisnya, aku mengangguk.
“Hari ini tidak kerja?”
Aku menggeleng.
“Kamu sendiri kenpa tidak sekolah?”
Minho tersenyum malu.
“Aku dihukum karena ketahuan merokok..” terangnya polos, aku tersenyum sinis dan berjalan mendahuluinya.
“Noona mau kemana?” Minho menjejeri langkahku, aku tak merespon.
“Noona lagi sedih ya..?” tebak Minho, aku berhenti dan melihatnya.
“Bagaimana kalau hari ini kita main bersama…aku mungkin tidak bisa membantu masalah noona, jadi lebih baik kita main sepuasnya untuk mengurangi kesedihan noona..” ajak Minho semangat.
Aku masih berpikir tapi Minho langsung meraih tanganku dan mengajakku lari menuju halte bis.
Aku tak peduli ke mana tujuan kami, toch sekarang kami ada di tempat umum.
Kalau pria ini macam-macam aku bisa langsung teriak.


Seharian aku terus bermain dengan Minho, dia mengajakku main ke tempat game online, Aku mencibir melihat tingkahnya yang semangat bermain, dia terlihat seperti anak-anak.
Tapi begitu aku memperhatikan dengan lebih serius, aku malah penasaran dan tertarik untuk ikut bermain.
Dan dalam sekejap aku langsung larut dalam permainan itu.


=XXXX=


“Sampai di sini saja…” kataku saat kami hampir sampai di apartemenku.
Minho mengangguk..dia terlihat senang.
“Noona…kapan-kapan kita main lagi ya..aku pasti bisa mengalahkan noona…” semangat Minho. Aku hanya angkat bahu.
”Kalau begitu noona hati-hati ya..” kata Minho.
“Seharusnya itu yang aku katakan..” sautku, Minho tertawa senang.
“Selamat malam..” pamit Minho lalu berbalik dan melangkah pergi.
Akupun berjalan menuju apartemenku yang tinggal beberapa meter lagi.


“YURI!!!” aku terkejut melihat Yunho lari ke arahku dan langsung memelukku.
Tapi dengan cepat aku mendorongnya.
“Maaf..aku hanya lega kamu tidak apa-apa?” kata Yunho cepat, aku memperhatikan Yunho.
Wajahnya pucat dan kelelahan.
“Kami semua mencarimu…kami cemas..”
“Aku tak apa-apa..” kataku cepat dan berjalan menuju apartemenku.


Tiba-tiba Yunho menghalangi langkahku….dia menatapku dengan tajam.
“Dengar Kwon Yuri…aku tahu sekarang ini kamu sedang sedih tapi bisa tidak kamu menghargai orang-orang yang peduli padamu…saat tau kamu tak ada di apartemen, Sica panik dan menangis..sedangkan Sungmin dia bagai orang gila terus mencarimu..” terang Yunho terlihat kesal dengan sikapku.
Aku kaget mendengarnya, padahal aku tak bermaksud membuat mereka cemas.
“Maaf..” ucapku merasa bersalah, Yunho diam tapi kemudian tersenyum.
“Aku senang kamu tak melakukan hal bodoh..” tatapannya berubah lembut.


Aku tertegun melihat senyum itu…aku rasa itu senyum yang tulus…tapi entah mengapa aku muak melihatnya.
Senyum Yunho mirip dengan senyum pria itu.
Pria yang telah merusak hidupku…
Ya Tuhan…kenapa aku masih mengingat sosok itu…
Padahal beberapa jam lalu aku sudah melupakan sosok itu…
Aku merasa air mataku menetes…aku tak mampu mencegahnya…
“Yuri..?” Yunho panik melihatku.
Tubuhku terasa lemas…aku tak mampu menompang tubuhku…aku langsung terjatuh dan makin histeris.
Trauma ini masih melekat erat dibenakku…aku belum bisa mengendalikan dan menghilangkan perasaan ini.


“YURI!!” aku mendengar suara Sungmin, sepertinya dia berlari kearahku.
Aku merasa tubuhku hangat, Sungmin memelukku.
Aku tak peduli lagi orang lain melihat sisi lemahku yang terus aku sembunyikan selama ini.
Sekarang aku hanya ingin menangis…mengeluarkan semua amarah dasn sedihku yang selama ini terus aku sembunyikan.


=XXXX=


Setelah beberapa hari bolos kerja…
Dan menata perasaanku..serta dorongan dan semangat yang diberi Sungmin membuatku nyaman dan ingin bangkit.
Aku sangat bersyukur ada dia disisiku….


Jadi hari ini aku putuskan untuk kembali masuk kerja..
Daesung menyambut kedatanganku dengan antusias…
Aku rasa aku tak membenci sosok pria humoris ini….
Tapi hari ini aku tak melihat sosok Yunho..


Di sini hanya ada aku, Jessica dan Daesung yang sibuk melayani pelanggan.
Aneh…aku merasa ada yang aneh hari ini…
Seharusnya aku merasa nyaman dengan tidak adanya sosok Yunho di sini..
Tapi entah mengapa aku terus saja mencari sosok yang sudah beberapa hari ini tidak aku lihat…


“Yuri..tolong layani meja no.3 ya..” suara Daesung menggagetkanku, aku mengangguk dan menghampiri segerombolan gadis yang memakai seragam sekolah.
“Permisi..apa ada yang ingin di…”
“Seohyun-ah..ayo sekarang saja katakan jawabanmu ke dia, mumpung Hongki ada di sini…” kata Tiffany sambil lirik-lirik ke segerombolan laki-laki di meja lain.
“Iya..sebelum semuanya terlambat…bukannya dia sangat suka padamu…” saut Hyoyeon.
“Tapi onnie..” Seohyun ragu-ragu.
“Sudahlah…sebaiknya kamu lupakan Kyuhyun…dia itu masa lalumu..kamu tak akan pernah maju kalau terus memikirkan dia…ayo mungkin Hongki bisa bantu kamu melupakan Kyuhyun…” saut Yoona.
Seohyun tampak berpikir, sedangkan aku hanya diam terpaku mendengar obrolan gadis-gadis ini.

Aku bagai merasa diingatkan dari ucapan mereka…


“Oh maaf…kami pesannya nanti saja..bolehkan?” tanya Tiffany yang sadar dengan kehadiranku, aku mengangguk dan meninggalkan mereka.
Lalu aku melihat Seohyun dengan ragu menghampiri segerombolan siswa laki-laki yang menggunakan seragam serupa, sepertinya mereka satu sekolah.
Aku memperhatikan mereka.
Seohyun terlihat gugup, sedangkan Hongki laki-laki yang dihampiri terlihat terkejut.
Tak lama kemudian Hongki menjerit senang dan langsung memeluk Seohyun.
Sedangkan teman-temannya juga ikut bersorak senang..
Aku tersenyum melihat tingkah mereka.


“Tau tidak..ini nich yang bikin aku suka kerja di Fresh Coffee..” tiba-tiba Daesung sudah berdiri di sampingku.
“Di sini banyak sekali kisah yang bisa kita lihat secara gratis…dan tentu saja kita bisa belajar dari situ..” imbuh Daesung lagi.
Aku menatap pria ini dan meresapi ucapannya.
“Aigoo..Daesung kalau bicara seperti itu kayak pria normal dech..” tawa Jessica dari belakang kami.
“Hey..baru sadar ya…kenapa??jatuh cinta padaku aku ya..?” tanya Daesung dengan tampang lucunya, membuat aku dan Jessica tertawa.


“Apa yang kalian tertawakan..?” tiba-tiba suara Yunho mengagetkan kami.
“Apa pekerjaan kalian sudah beres?” tanya Yunho dengan wibawanya.
“Aduh bos…datang-datang kok bawa aura gelap gini..tenang saja dari sini kami tetap mengawasi pelanggan kok..” terang Daesung.
“Aku ke dapur dulu dech..” pamit Jessica.
“Waiters..” Tiffany memanggil kami.
“Biar aku saja…” Daesung langsung menghampiri gerombolan remaja itu.


Aku dan Yunho mematung..otakku tiba-tiba saja menjadi kosong.
“Sudah baikan?” tanya Yunho.
Aku menatapnya..tersenyum dan mengangguk.
Aku melihat Yunho terkejut.
Kami saling bertatapan dan perlahan Yunho tersenyum kaku.
Aku juga tersenyum tapi langsung memalingkan wajahku yang terasa panas, jantung tiba-tiba saja berdebar aneh.
Ada apa ini…??
Bukannya selama ini aku merasa benci melihat senyum Yunho.
Tapi kali ini aku merasa sesuatu uang aneh..


=XXXX=


“Yunho di depan masih ada tamu..padahal ini sudah jam tutup..”bisik Daesung
“Berapa orang?”
“Satu..seorang gadis..sepertinya dia lagi sedih..aku tak berani ganggu..” terang Daesung.
Kami semua melihat keluar.
Seorang gadis sedang duduk dengan ekspresi sedih disalah satu meja.
“Aku rasa kita TAK bisa mengusirnya..”
“Tapi ini sudah jam tutup dan aku sudah ada janji…” wajah Daesung terlihat cemas.
“Iya…aku juga ada janji nich…” saut Jessica.
“Kalian ini..” Yunho jadi bingung.
“Yuri kamu bagaimana..?” tanya Jessica.
Aku memutar mataku tak ada ide.
“Kamu pulang saja..istirahat..” kata Yunho padaku.


“Aku tinggal saja…lagipula aku tak ada janji, jadi tak masalah..”putusku.
Akhirnya hanya ada aku, Yunho dan gadis itu di Fresh Coffee.
Aku memperhatikan gadis itu..
Wajahnya terlihat murung tapi tetap terlihat cantik..aku rasa kami sebaya.
Gadis itu memegang gelas minumannya yang telah kosong.


Aku melihat Yunho menghampirinya.
“Maaf…masih ingin pesan sesuatu..?” tanya Yunho ramah.
Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Yunho tanpa ekspresi.
“Ingin pesan sesuatu..?” tanya Yunho lagi.
“Bukannya ini sudah jam tutup?” tanya gadis itu, Yunho tersenyum.
“Tapi kalau anda masih ingin di sini kamu akan tunggu..”
Gadis itu tersenyum sekilas, ia sempat melihat kearahku lalu kembali tertunduk.
“Mau temani aku sebentar..?” tanya Gadis itu.
“HEH??!!” kaget Yunho
“Rasanya sedikit bosan duduk sendiri di sini…”
Yunho berpikir sejenak lalu akhirnya duduk dihadapan gadis itu.
“Aku Jung Yunho..” Yunho mengenalkan diri.
“Min Sunye..” jawab Sunye.
Setelah itu aku tak tahu lagi yang terjadi karena aku putuskan untuk duduk di dapur sambil menikmati kopi kesukaanku.

=XXXX=

 

Esoknya Sunye muncul lagi di Fresh Coffee tapi ekspresinya sangat berbeda, sekarang wajahnya tampak riang, ia tersenyum ramah padaku saat menghampiriku.
“Jung Yunho ada..?” tanya Sunye, aku mengangguk.
“Sebentar aku panggilkan…silahkan duduk..”
“Tak perlu..aku cuma sebentar..” kata Sunye dengan senyum yang sangat manis.
Akupun memanggil Yunho dan begitu melihat Yunho, Sunye langsung memeluk Yunho dengan erat.
Yunho terlihat terkejut begitupun denganku.
“Terima kasih..” ucap Sunye melepas pelukannya.
“Untuk??” bingung Yunho.
“Untuk semuanya..terima kasih..” kata Sunye seraya mencium pipi Yunho.
Yunho terperajat.
“Aku sudah buat keputusan dan itu karena ucapanmu semalam…terima kasih…sekarang aku harus pergi…senang berkenalan denganmu..” sekali lagi Sunye memeluk Yunho, setelah itu diapun pergi.


“Memangnya semalam apa yang terjadi?” tanya Daesung.
“Yuri..gadis itu siapa..?ada hubungan apa dengan Yunho?” tanya Jessica.
Aku tak menyahut.
Logikaku mengarah pada perbincangan mereka semalam, pasti Yunho mengatakan sesuatu yang bermanfaat bagi gadis itu…
Tapi entah mengapa melihat sikap gadis itu ke Yunho dalam dadaku terasa sesuatu yang aneh…
Rasa sesak yang membuatku ingin marah..

Bersambung…


15 responses to “Fresh Coffee 5

  1. Wah ternyata seonghun toh kukira mah yunho..
    Ehm kasian jg Yuri unnie..
    Yuri-ssi hwaiTAEng!!!

  2. Amy Qun says:

    Sebenernya si yuri ini suka cowok apa cewek… o.O *garuk2 pala*

    • HeLLeN says:

      hahah penjelasannya adalah..
      karena masa lalunya itu dia agak labil dan jessica dijadiin sebagai pelampiasan sama aja kayak sica yang lagi labil karena perceraian ortunya^^

      dasarnya semuany normal..^^

  3. NaKyuHae says:

    abang minho ada lagi euy…,
    hahahaha…,

    kayaknya yuri udh mulai suka tuh ama yunho…,
    hwaiting aja deh…,

    lanjut lagi ah bacanya…,
    ^_^b

  4. tiffarra hwang says:

    onnie,lanjutannya manaaaaa

  5. tiffarra hwang says:

    sumpah on,,kagak ada lanjutannya ak dah buka2 dr hal pertama mpe abis gg ada on :((

  6. Melinda katara says:

    kak
    yg chapter 6 mana k0q lngsung 7 c

  7. Melinda katara says:

    okeyy
    dd cri dlu. . .
    Huftz napa bnyak bgt c yg dproteksi
    prasaan dd dh pny ktp dhh. .msa ga leh bc

  8. ako kasih 4 jempol untuk FF ini Karena Romance YUNRI ny Berasa bagnet ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: