HeLLeN's Imagination

My World My Rules My Imagination

The Team Chap 3

on 15 January 2012

TITLE: THE TEAM
CAST: SNSD – TVXQ – SUPER JUNIOR – Minho SHINEE
GENDER: Mistery – Romance – Comedy
TYPE: SERIES (1-6)

“Sooyoung…selamat atas promosi jabatanmu…” kata Hankyung sambil mengulurkan tangan dan disambut oleh Sooyoung.
“Terima kasih..” kata Sooyoung dengan wajah berbinar.
“Maaf malam ini aku tak bisa ikut merayakan, karena harus lembur besok pagi timku harus presentasi..”
Wajah Sooyoung langsung berubah kecewa.
“Coba saja kalau kita satu tim, pasti kamu bisa dapat promosi juga..” sedih Sooyoung, Hankyung tersenyum dan membenahi poni Sooyoung yang menutupi sebagian mata gadis itu.
“Besok kita berdua rayakan sendiri saja..hanya kamu dan aku…” bisik Hankyung membuat Sooyoung kembali tersenyum.
“OK…” mereka saling bertukar senyum.

“Changminssi…”panggil Sooyoung tiba-tiba begitu begitu melihat Changmin diujung koridor.
“Kamu kenal dia?” tanya Hankyung.
“Iya dia seniorku di kampus…aku ke sana dulu ya..” kata Sooyoung, Hankyung hanya mengangguk.
Sekilas Hankyung dan Changmin saling bertatapan, tatapan yang sangat tak bersahabat.
Setelah itu Hankyung segera pergi dari situ karena ia enggan melihat lebih lama sosok Changmin.

******

“Selamat malam…” sapa Yuri saat Donghae membuka pintu.
“Hi…” sapa Yuri lagi karena Donghae masih terdiam menatapnya.
“Yuri?” kaget Taeyeon dari belakang Donghae, Yuri melambaikan tangan ke Taeyeon.
“Boleh masuk?” tanya Yuri karena Donghae masih terpaku dengan mulut terbuka menatap Yuri tapi tidak mempersilahkan gadis itu masuk.
“Silahkan…” Taeyeon langsung mendorong Donghae yang menghalangi jalan masuk.
“Dia ini…?” tanya Donghae sambil mengeluarkan tatapan genitnya.
“Perkenalkan aku Kwon Yuri tetangga depan kalian..”
“Ya, dan dia di sini sedang bulan madu dengan suaminya..” sambung Taeyeon yang sengaja menekan kalimatnya.
Dalam sekejap senyum Donghae langsung lenyap.
“Hmm…aku bawakan ini utuk kalian, kebetulan aku tadi sedang belajar bikin kue…” Yuri menyerahkan sekotak makanan ke Taeyeon.
“Terima kasih..” Taeyeon menerima pemberian Yuri.
Yuri memutar matanya memperhatikan isi villa, pandangannya langsung terfokus pada ruang perpustakaan.

“Kami pulang…” terdengar suara Junsu yang baru datang bersama Jaejoong dan tamu mereka.
“Pak Han..?” kaget Taeyeon melihat Hankyung datang bersama kedua temannya.
“Kami tadi bertemu di swalayan dan Pak Han aku undang untuk minum teh di sini..” terang Junsu.
“Taeyeon…sebaiknya aku pulang dulu..” kata Yuri tiba-tiba, ia berusaha membelakangi Hankyung.
“Tidak minum teh dulu?” tawar Taeyeon.
“Tidak, terima kasih…lain kali saja…” Tolak Yuri buru-buru.
“Maaf..apa kita pernah bertemu sebelumnya..?” tanya Hankyung memperhatikan Yuri.
“Saya rasa tidak..” jawab Yuri sambil tersenyum , iapun pamit dan pergi.
Taeyeon makin curiga dengan gerak-gerik Yuri.
Sedangkan Hankyung hanya tediam mencoba mengingat wajah Yuri yang terasa sangat familiar.

*****

“Sooyoung?!!” kaget Taeyeon, Sooyoung tersenyum tenang melihat keterkejutan Taeyeon sahabatnya.
“Taeyeonie sebaiknya kamu cepat kembali ke Seoul, jangan terus mencari..karena itu akan membuatmu menangis…” pinta Sooyoung seraya memeluk Taeyeon.
“Kenapa?”
Sooyoung hanya menggeleng.
“Sooyoung..?!.” panggil Taeyeon.
“Soo…”

“GEDEBUKKK!!!” Taeyeon terjatuh dari tempat tidurnya membuat gadis itu tersadar dari tidurnya.
“Kim Taeyeon…ini masih tengah malam..tidurlah. Olahraganya besok saja…”omel Yoona yang terbangun karena suara yang diciptakan Taeyeon.
Taeyeon hanya tersenyum malu sambil mengelus-elus kepalanya yang terbentur lantai.
Yoona merapatkan selimutnya dan kembali tidur.
Taeyeon hanya menghela napas dan beranjak keluar kamar.
“Sepertinya aku butuh teh hangat..” gumam Taeyeon lalu menuju ke dapur.

“Jaejoong??”panggil Taeyeon pada seseorang di ruang perpustakaan, sosok itu nampak terkejut.
Taeyeon mencoba melihat sosok itu lebih jelas dalam kegelapan ruang paerpustakaan.
Sosok itu bukan Jaejoong…bukan Donghae atau Junsu.
“Anda siapa dan sedang apa di sini…?” tanya Taeyeon mulai merasa sosok itu mencurigakan.
Sosok itu mendekati Taeyeon tanpa suara.
Taeyeon melihat sosok itu mengeluarkan sesuatu dari dalam jaketnya.
“An..anda…siapa..?” tanya Taeyeon mulai takut.

“To..tolong…” jerit Taeyeon membuat sosok itu dengan cepat menghampiri Taeyeon dan….
“BRUKKK!!!” Taeyeon langsung roboh akibat pukulan sosok itu.

****

Kang In mengedarkan pandangannya ke sekitar villa tempat hunian para mahasiswa magang itu dan dari dalam muncul Kyuhyun dan Kibum.
“Sudah beres?” tanya Kang In pada kedua rekannya.
“Sudah, sayang Kim Taeyeon belum sadar, besok aku akan ke sini lagi…” terang Kyuhyun.
“Di sini sedikit aneh, tidak ada tanda-tanda pengrusakan, aku rasa pelakunya pasti tahu seluk beluk villa ini…” terang Kibum, Kang In hanya mangut-manggut.
“Penghuni lainnya sudah kalian tanyai?” tanya Kang In masih mengawasi sekitar.
“Yup, tapi hasilnya nihil..karena tak ada yang melihat pelakunya…”
“Kalau begitu sekarang kita kembali saja…” ajak Kang In seraya mendahului kedua rekannya.

Di depan villa para polisi itu sempat berpapasan dengan Yunho.
Yunho yang tadinya sedang mengawasi gerak-gerik ketiga polisi itu langsung berjalan masuk ke villanya.
Kang In terus memperhatikan Yunho.
“ada apa?” tanya Kibum.
“Tatapan orang itu sangat menyebalkan…” gumam Kang In masih memperhatikan villa hunian Yunho.
“Ya ya…semua yang beradu pandang denganmu pasti kau anggap menyebalkan…” tawa Kibum.
“Yup bahkan ikan panggang yang kemarin juga kamu anggap menyebalkan karena terus melotot padamu..” saut Kyuhyun membuat Kibum makin terbahak.
“Kalian berdua sudah bosan hidup ya?” ancam Kang In dengan tatapan dingin, beginilah ekspresi Kang In bila sedang marah membuat kedua temannya langsung terdiam, merekapun segera pergi dari wilayah itu.

****

Perlahan Taeyeon membuka matanya…
Kepalanya masih terasa sakit dan iapun merasakan perih dibagian pelipisnya.
Taeyeon memutar matanya, ia berada di kamarnya, ia mencoba mengingat penyebab sakit di tubuhnya.
Perlahan ingatannya kembali pada sosok yang hendak membunuhnya, tapi ternyata saat ini ia masih hidup.
Taeyeon beranjak dari tempat tidurnya, tubuhnya terasa sakit tapi ia enggan untuk berbaring iapun ke luar dari kamar.

“Sudah sadar?” kaget Junsu saat melihat Taeyeon, gadis itu hanya mengangguk.
“Mau kemana?” tanya Junsu seraya memapah Taeyeon.
“Aku haus..”
“OK duduk saja biar aku ambilkan…” kata Junsu memapah Taeyeon ke sofa.
“Yang lain mana?” heran Taeyeon karena suasana sangat sepi.
“Jaejoong sedang olahraga..Yoona dan Tiffany ke swalayan dan Donghae sedang mandi” kata Junsu seraya menyodorkan segelas air pada Taeyeon.
“Terima kasih…” Taeyeon langsung meneguk habis minumannya.
“Semalam sepertinya kita kedatangan pencuri tapi anehnya tidak ada barang yang hilang..” kata Junsu seraya duduk di samping Taeyeon.
“Pencurinya tertangkap?”
Junsu menggeleng.
“Tapi kasus ini sudah ditangani polisi…eh sepertinya pelipismu memar…” kata Junsu yang tiba-tiba mendekati wajah Taeyeon membuat gadis itu terkejut kaku.
“Pasti sakit ya?” tanya Junsu lalu menyentuh lembut pelipis Taeyeon.
Taeyeon tak menyahut, ia masih terpaku menatap Junsu yang begitu dekat dengannya.
“………………………………..” mereka berdua saling bertatapan tanpa suara.
Taeyeon merasa jantungnya berdebar makin cepat, Junsu menatap Taeyeon dengan lembut dan perlahan Junsu makin mendekati Taeyeon.
Taeyeon merasa Junsu akan menciumnya tapi gadis itu tetap terpaku tegang, bibir mereka hampir saja bersentuhan dan…

“Kalian mau berciuman ya?” tiba-tiba terdengar suara Donghae mengagetkan mereka berdua.
“Hey Kim Junsu…kenapa kamu mencuri start…” omel Donghae yang tak peduli dengan wajah Taeyeon dan Junsu yang memerah.
“Ehemm..aku hanya ingin lihat luka Yoona yang…”
“APA?!!YOONA??!!” kaget Taeyeon langsung emosi.
“KIM JUNSU..!!!” panggil Taeyeon.
“Ya?”

“PLAKKKK!!!” dengan cepat tangan Taeyeon hinggap di pipi Junsu, membuat Junsu dan Donghae terkejut.
“DENGAR…NAMAKU KIM TAEYEON…BUKAN YOONA ATAU TIFFANY…jangan pernah dekati aku atau bicara padaku sebelum kamu ingat namaku…MENGERTI!!??”
Dengan kesal Taeyeon langsung kembali ke kamarnya sedangkan Junsu hanya terdiam sambil memegang pipinya yang terasa panas dan perih.
“Ternyata kalau sedang marah Taeyeon menyeramkan ya..tapi makin menggemaskan..” gumam Donghae tanpa peduli dengan apa yang baru saja Junsu alami, sedangkan Junsu hanya bisa menghela napas pasrah dengan kebodohan yang baru saja ia lakukan.

******

Yoona dan Tiffany menghentikan langkah mereka karena seseorang sedang berlutut di depan pagar villa mereka.
“Orang itu sedang apa? Apa dia gila?” bisik Tiffany sedikit takut.
“Entahlah, coba kita tanya saja..”bisik Yoona sambil berjalan perlahan mendekati Sungmin yang sedang tertunduk dan berlutut di depan pagar.
“Maaf..permisi…anda di sini sedang apa?” tanya Yoona hati-hati.
Perlahan Sungmin mengangkat kepalanya dan menatap kedua gadis itu.
Perlahan Sungmin berdiri, ia tak mengatakan apapun, Sungmin langsung pergi begitu saja dan masuk ke villa milik Yuri.

“Tempat ini benar-benar menyebalkan…dan kenapa harus ada orang aneh seperti dia di sini…” gerutu Tiffany langsung masuk ke dalam villa sedangkan Yoona masih diam menatap bunga lily yang ditaruh Sungmin di depan padar.
Yoona lalu memungutnya.

“Aku heran kenapa wanita disebut pecinta bunga, padahal mereka selalu merampas hak hidup mahkluk itu hanya untuk kepentingan sesaat mereka…” kata Jaejoong yang tiba-tiba telah berdiri di samping Yoona.
Yoona melirik kesal.
“Ok Mr. Sok Tau, pertama..aku tak tahu siapa orang yang telah merampas hak hidup bunga ini dan kedua…bunga ini masih bisa bertahan hidup lebih dari yang kamu kira…” jawab Yoona dengan ketus dan segera masuk ke villa.
Jaejoong hanya mencibir lalu menyusul Yoona.

*****

“Kamu serius hampir…” Yoona tak meneruskan ucapannya karena Taeyeon langsung melotot dengan suara Yoona yang mirip pekikan.
“Taengoo apa udara di sini terlalu dingin sampai-sampai otakmu membeku dan bisa suka dengan Junsu yang pikun itu…?” tanya Tiffany masih tak percaya.
“Hey jangan salah, Junsu mungkin pelupa dengan hal-hal kecil tapi saat melakukan tugasnya ia selalu lakukan dengan cepat dan sempurna, aku saja hampir tak percaya melihat kejeniusannya…” saut Yoona membela teman satu timnya.
Taeyeon menghela napas tak bersemangat.
“Tapi tetap saja dia orang yang payah atau jangan-jangan kamu juga suka dengan Junsu ya?” tuding Tiffany.
“Apa? Dengar ya..Junsu itu bukan tipeku..aku lebih suka laki-laki berkharisma, murah senyum dan tenang…ya seperti Pak Han…” kata Yoona sambil menerawang membayangkan sosok Hankyung.
“Seleramu lumayan, lebih bagus dari pada Taengoo…” gumam Tiffany membuat Taeyeon melotot makin kesal.

“Oh..Changmin oppa?!” panggil Taeyeon spontan saat melihat Changmin, pria jangkung itu menghentikan langkahnya.
“Taeyeon?” kaget Changmin, Taeyeon melambaikan tangannya dan menghampiri Changmin.
“Kamu..” Changmin menatap Taeyeon dengan seksama.
“Oppa annyeong…” sapa Taeyeon, Changmin menghela napas lega dan tersenyum kaku.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Changmin memperhatikan pelipis Taeyeon yang memar.
“Tidak apa…oppa ada yang ingin aku tanyakan…”
“Apa?”
“Ini tentang Sooyoung sebenarnya…”
“Maaf Taeyeon..kalau kamu ingin tahu sesuatu tentang Choi Sooyoung, aku tak bisa bantu dan kenapa kamu tidak coba tanyakan pada Hankyung…aku rasa dia tahu tentang Choi Sooyoung, dulu mereka pernah satu tim dan sekarang dia juga yang menggantikan jabatan Sooyoung..” kata Changmin dengan mata yang tertuju pada Hankyung yang baru memasuki kantin.
“Pak Han?” kening Taeyeon mengerut, iapun ikut memperhatikan Hankyung yang sedang berb incang dengan beberapa staf.
“Maaf Taeyeon, aku harus kembali kerja dan semoga lekas sembuh ya…” kata Changmin seraya mengelus lembut rambut Taeyeon.
Taeyeon hanya mengangguk dan Changminpun pergi.
“Kenapa oppa selalu menghindar ya? sedikit aneh…” gumam Taeyeon masih memperhatikan punggung Changmin yang akhirnya menghilang dari pandangannya.
“Pak Han..? Kenapa tak terpikir untuk mencari tahu dari dia…” sesal Taeyeon sambil mencari ide.

*****

Changmin terus menelusuri folder-folder di komputer, wajahnya terlihat tegang dan cemas. Akhirnya ia berhasil menyelinap ke tempat ini.
Jantung Changmin makin berdebar kencang karena waktunya tak banyak lagi tapi file yang ia cari belum ia temukan.
“Password?” kening Changmin mengerut bingung saat tak bisa membuka sebuah folder.

“Maaf anda ini siapa?” tanya Jaejoong yang tiba-tiba telah berdiri di belakang Changmin.
Changmin yang terkejut berusaha tenang dan beranjak dari duduknya.
Ia tersenyum tenang pada Jaejoong.
“Kamu mahasiswa magang ya?” tanya Changmin.
“Perkenalkan saya Kim Jaejoong..” kata Jaejoong seraya membungkuk.
“Baiklah kerjakan lagi tugasmu…” kata Changmin lalu segera pergi.
Jaejoong kembali membungkuk dan meneruskan tugasnya karena jam istirahat telah usai.

“Sial kenapa dia datang cepat sekali…” omel Changmin kesal karena untuk kesekian kalinya ia gagal mencari file milik Choi Sooyoung yang ia yakini masih ada di departemen penelitian, file yang membuat hidupnya Changmin beberapa minggu ini diliputi ketakutan.

******

“Oppa?!!” kaget Taeyeon saat melihat Heechul di villanya.
Heechul tersenyum lembut pada adiknya itu.
“Kenapa oppa ke sini, apa ada masalah?” heran Taeyeon, Heechul hanya tersenyum karena ia tak nyaman dengan kehadiran teman-teman Taeyeon yang lain.

Akhirnya Taeyeon mengajak Heechul ke luar villa.
“Kenapa kamu tidak bilang kalau magang di sini?” tanya Heechul dengan tatapan serius.
“Maaf oppa..saat itu oppa terlalu sibuk, aku jadi lupa bilang..” kata Taeyeon sambil nyengir, tapi raut wajah Heechul masih terlihat serius.
“Ayo ikut aku kembali ke Seoul..” ajak Heechul.
“Kenapa?”
“Aku tak suka kamu magang di Ulsu dan tinggal di tempat ini, nanti kamu bisa magang di perusahaanku itu lebih..”
“Oppa..” potong Taeyeon.
“Sebenarnya ada apa?” tanya Taeyeon hati-hati karena ia tahu Heechul tidak sedang bercanda.
“Apa ini ada kaitannya dengan Sooyoung?” tanya Taeyeon.
Heechul menghela napas dan berpaling dari Taeyeon.
“Apa Sooyoung belum menghubungi oppa? Oppa, Sooyoung sudah keluar dari Ulsu dan dia tiba-tiba saja menghilang..”
“Taeyeon…ayolah kita kembali ke Seoul..” pinta Heechul lagi.
“Oppa tidak cemas dengan Sooyoung…dia…”
“KIM TAEYEON!!” bentak Heechul.
“Berhentilah menyebut nama wanita itu, kami sudah putus dan aku tak peduli lagi dengan dia..” kata Heechul dengan penuh emosi.
Taeyeon terdiam melihat sikap kakaknya itu.
“Putus..?!!” kaget Taeyeon, ia baru tahu kalau Heechul dan Sooyoung tak berhubungan lagi.

“Taeyeon…” Heechul menatap Taeyeon dengan penuh harap.
“Maaf oppa…aku sudah punya tanggung jawab di sini karena itu aku tak bisa..” kata Taeyeon pelan tapi tatapannya terlihat ketegasannya.
Heechul hanya menghela napas menahan kesalnya.
Ia tahu sifat adiknya sama kerasnya dengan sifatnya, akhirnya Heechul menyerah ia tak ingin memaksa lagi.

Dari dalam villa kediaman Yunho….
Yunho terus saja mengawasi Taeyeon yang sedang mengantar Heechul menuju mobilnya.
“Kim Heechul..?”gumam Yuri yang tiba-tiba telah berdiri di samping Yunho.
“Kamu kenal dia?” tanya Yunho tanpa memalingkan pandangannya dari Kim bersaudara.
“Dia adalah pacar Choi Sooyoung, dia juga kakak laki-laki dari Kim Taeyeon, bukannya data tentang dia ada di mejamu, apa kamu belum baca?” tanya Yuri heran.
“Itu…aku lupa….” aku Yunho sambil memasang wajah bersalah.
Yuri mendengus kesal lalu beranjak dari jendela karena Heechulpun telah pergi.

“Kwon Yuri, malam ini kita makan apa?” tanya Yunho mengikuti Yuri.
Yuri berhenti dan menatap Yunho dengan kesal.
“Kenapa? Apa aku salah bertanya seperti itu ke….istriku??” goda Yunho membuat Yuri makin kesal.
Yuri tak mengatakan apapun karena ia sedang malas berdebat dengan Yunho.
Yuri langsung menuju ke kamarnya.
“Yuri..jangan lupa kita ini suami istri..kita adalah tim..oya makam malam nanti harus enak..” kata Yunho makin menggoda Yuri.

“BRAKKKK!!!” dengan kasar Yuri membanting pintu kamarnya.
Membuat senyum Yunho makin mengembang.
“Ok kalau kamu tak mau masak, biar malam ini aku saja yang masak…” kata Yunho berbicara sendiri.
Yunhopun kembali ke ruang kerjanya untuk membaca file tentang Kim Heechul yang telah disiapkan oleh ‘istrinya’ Yuri.

Bersambung………


3 responses to “The Team Chap 3

  1. deiismyday says:

    sooyoung bias pertamaku di SNSD, tapi sedih juga sih peran dia di FF ini. tapi FF nya keren😦

  2. kwonyunhee says:

    Semakin horooooor hihihiji, tpi suka sma yunho yuriii ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: