HeLLeN's Imagination

My World My Rules My Imagination

The Team Chap 4

on 15 January 2012

TITLE: THE TEAM
CAST: SNSD – TVXQ – SUPER JUNIOR – Minho SHINEE
GENRE: Mistery – Romance – Comedy
TYPE: SERIES (1-6)

NOTE: Ini adalah Fanfic lama yang aku Re-upload karena link di blog lama ternyata rusak^^”

Dua orang pria berjalan keluar dari villa keluarga Choi.
Mereka membawa 2 kantong besar berisi potongan tubuh keluarga Choi, lalu memasukkan ke dalam bagasi mobil.
“Kamu bereskan sisanya, dua hari lagi kita bertemu di Kaesong” kata pria berjaket hitam, nada suaranya terdengar kesal karena apa yang ia lakukan malam ini sia-sia, benda yang dia ia cari tak ditemukan, tapi ia malah lepas kendali dengan membunuh.
Pria itu berjalan menuju mobil sedangkan yang seorang lagi hanya terdiam menahan ketakutan di dadanya.

“Hey siapa itu?!!” bentak pria berjaket hitam yang melihat seseorang berlari keluar halaman villa.
Sungmin yang tadinya bersembunyi di samping villa terus berlari sekuat tenaga, ia yakin orang-orang itu tidak akan tinggal diam.
Saat ini hanya ada satu hal di benak Sungmin…..
Ia harus melaporkan tentang pembunuhan yang terjadi pada sahabatnya….Sooyoung!.Sungmin merasa sebuah mobil sedang meluncur tepat di belakangnya dan itu pasti mobil si pelaku.
Ia terus berlari meenuju jalan raya dan segera menyeberang ke seberang jalan.
Tiba-tiba ia mendengar tabrakan benda keras.
Ternyata mobil yang mengejarnya ditabrak oleh mobil lain yang sedang melintas.
Sungmin makin ketakutan, perlahan ia mendekati kedua mobil yang tak bergerak lagi.
Ia memeriksa kondisi dua pengemudi di masing-masing mobil, mereka terlihat pingsan.
Sungmin makin kalut, akhirnya ia memilih untuk segera pergi dari tempat itu.

***

Taeyeon menghentakkan kakinya dengan kesal begitu keluar dri departemen SDM. Untuk kesekian kalinya ia ditolak saat mencari tahu tentang Sooyoung. Tapi karena ini pula, Taeyeon makin penasaran dengan keberadaan Sooyoung.
Taeyeon berjalan dengan tertunduk, ia menatap kosong lantai marmer yang ia lewati.

“AWASS!!”
“PLANGG!!” Taeyeon dengan sukses menabrak tiang penyangga.
Jaejoong menghampiri Taeyeon yang terlihat seperti orang linglung.
“Kenapa tiang ini ada di sini?!!” omel Taeyeon kesal, Jaejoong tertawa mendengarnya.
“Hanya orang bodoh yang menyalahkan benda tak bergerak..” kata Jaejoong disela tawanya, Taeyeon melirik cemberut.
“Memangnya ada yang lucu?!!” ketus Taeyeon, Jaejoong mengangguk dan masih tertawa kecil.
“Kamu…” tunjuk Jaejoong, Taeyeon mendengus sambil mengelus-elus keningnya yang memerah.
Merekapun berjalan bersama menuju lobbi.
“Hari ini kamu salah minum obat ya?” heran Taeyeon karena seorang Kim Jaejoong yang ia kenal sinis dan dingin saat ini sedang senyum-senyum sendiri.
“Obat apa?aku tidak sakit?”
“Lalu kenapa senyum-senyum seperti orang gila?”
“Itu karena aku baru pertama kali melihat orang bodoh menabrak tiang sebesar itu…konyol sekali..”
“BERHENTILAHH..itu tadi karena aku tidak lihat!!” sewot Taeyeon, Jaejoong hanya angkat bahu, perlahan ekspresinya menjadi dingin seperti biasanya.

“Taengoo..!!” panggil Tiffany, semua temannya ternyata berada di lobbi.
Yoona mengerutkan kening melihat Taeyeon dan Jaejoong terlihat akrab, sedangkan Junsu menatap Taeyeon tanpa ekspresi.
“Pekerjaan kalian sudah selesai?” tanya Taeyeon.
“Iya kami mau pulang..” terang Yoona.
“Ok ayo..” Taeyeon langsung menggandeng Tiffany, ia sengaja tak menghiraukan tatapan Junsu, ia masih kesal dengan pria itu.

“Ahh maaf..!” terdengar suara bersamaan dengan sesuatu yang jatuh.
Semua menoleh ke asal suara, seseorang wanita telah menabrak Hankyung yang sedang kesusahan membawa tumpukan berkas.
“Maaf Pak..” ucap wanita itu membantu Hankyung mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan.
Para mahasiswa itupun ikut bantu memunguti.
“Maaf jadi merepotkan..” kata Hankyung pada Taeyeon cs.
“Terima kasih…” kata Hankyung setelah semuanya beres.
“Biar saya bantu anda membawanya, tangan anda belum sembuh sepenuhnya..” Jaejoong berinisiatif.
“Memangnya tangan Pak Han kenapa?” tanya Yoona, Hankyung tersenyum lembut.
“Karena pernah kecelakaan mobil sekarang tanganku sedikit bergerak di luar kendali..”canda Hankyung.
“Jaejoong kami menunggu di sini..” kata Donghae, Jaejoong mengangguk dan pergi bersama Hankyung.

****

Malamnya villa Taeyeon didatangi Kang In dan Kyuhyun dari hasil olah TKP disimpulkan ini hanya kasus penyusup biasa.
Taeyeon mengantarkan Kyuhyun dan Kang In ke luar villa.
“Terima kasih atas kerja sama anda, apabila ada sesuatu anda bisa menghubungi saya..” kata Kyuhyun menyodorkan kartu namanya.
“Kami permisi…” pamit Kang In lalu menuju mobil polisi dimana Kibum telah menunggu mereka.

“Aku lapar..”ujar Kyuhyun setelah Taeyeon masuk.
“Kita pergi makan saja lagi pula malam ini aku harus lembur..” kata Kang In yang juga merasa lapar.
Tiba-tiba langkah Kang In tertahan saat melihat Yuri keluar dari Villanya.
“Yuri..Kwon Yuri!!” panggil Kang In.
“Yuri menoleh ke asal suara begitupun Yunho yan muncul dari belakang Yuri.
“Oppa?!!” kaget Yuri saat Kang In menghampirinya, Kang In dan Yunho sekilas bertatapan.
“Kenapa kamu bisa di sini?” tanya Kang In masih tak percaya, senyum Yuri mengembang.
“Aku bekerja di sini..” terang Yuri, kening Kang In mengerut.
“Bekerja?Di sini..?”
“Iya aku bekerja di sebuah kantor konsultan keuangan..lalu oppa?”
“Aku sekarang jadi…polisi..” kata Kang In sedikit berbisik malu, mata Yuri terbelalak lalu ia tertawa.
“Cita-cita oppa terwujud..”katanya disela tawa.

“Ehemm..” dehem Yunho merasa tak dianggap.
“Dia itu..” Kang In kembali melihat Yunho.
“Perkenalkan aku Jung Yunho..suami..auww!!”pekik Yunho yang merasa punggungnya dicubit.
“Hmm..sepertinya aku digigit serangga..” kata Yunho cepat sambil melirik Yuri.
“Oppa, kami mau pergi makan malam, apa oppa mau ikut?” tawar Yuri.
“Kebetulan kami juga mau pergi makan..” Kang In melihat Kyuhyun.
“Kita pergi bersama saja..” ajak Kyunhyun.
Yunho hanya mendengus pasrah.

Di sebuah kedai…
“Penyusup?!!” kening Yuri mengerut.
” Kamu kenal mereka?” tanya Kang In.
“Aku hanya kenal Kim Taeyeon kami pernah mengobrol tapi yang lain aku tak kenal..” terang Yuri.
Kang In melihat Yuri dengan ragu-ragu.
“Hmmm..lalu Boa?” tanya Kang In akhirnya.
“Onnie tetap di Pyongyang..”
Kang In mengangguk kecil.
“Hyung..Boa itu…Kwon Boa?” bisik Kibum, Kang In hanya melirik sekilas ke Kibum.
Kibum tak bertanya lagi karena raut wajah Kang In telah menjawabnya.
Yuri ikut memperhatikan wajah Kang In.

“Apa penyusupnya telah tertangkap?” tanya Yunho akhirnya bersuara, Kyuhyun hanya menggeleng karena mulutnya penuh dengan makanan.
“Dia itu pacarmu ya?” tanya Kang In sedikit berbisik ke Yuri.
“APA?!!” kaget Yuri, ia dan Yunho saling bertukar pandang.
“Dia..teman kerjaku..” jawab Yuri cepat.
Yunho mengangguk kecil lalu meneguk minumannya.
“Tapi ekspresi wajah kalian menunjukkan lebih dari itu..” gumam Kyuhyun, Yunho tiba-tiba tersedak, membuat ketiga polisi itu tertawa keras.
Yuri hanya tersenyum dan menyodorkan tissu pada Yunho.

****

“Kamu kenapa? Dari tadi bersikap menyebalkan?” heran Yuri seraya menjejeri langkah Yunho menuju villa mereka.
“Kenapa kamu tidak bilang kalau kita ini suami istri?”kesal Yunho, Kening Yuri mengerut.
“Ya karena kita memang bukan suami istri..” jawab Yuri, keduanya diam seketika seperti sadar akan kebenarannya.
Yunho menghela napas dan mengangguk kecil.
Perlahan emosi Yunho memudar, tanpa berkata lagi ia pergi begitu saja.
Yuri masih terdiam…sepertinya mereka berdua telah larut dalam ‘permainan’ ini.

****

“Taeyeon ayo cepat..!!” panggil Yoona yang telah berada di depan pintu. Taeyeon mepercepat langkahnya dan masuk ke villa.
Ia duduk di kursi dapur sementara Yoona sibuk menata bahan makanan yang baru mereka beli.
Jaejoong masuk ke dapur untuk mengambil minuman.
“Kim Taeyeon..aku butuh bantuanmu..” pinta Yoona mengagetkan Taeyeon yang sedang melamun.
Yoona mengamati tingkah Taeyeon.
“Kenapa kamu sangat tertarik dengan percakapan pasangan itu?” heran Yoona.
“Pasangan? Tapi jelas-jelas Yuri bilang mereka bukan suami istri..”
Jaejoong menoleh ke arah kedua gadis itu.
“Lalu apa hubungannya denganmu, kenapa kamu sangat tertarik dengan ikatan diantara mereka??”
“Aku hanya penasaran saja, kenapa Yuri harus berbohong padaku, apa untungnya?”
Yoona hanya angkat bahu.
“Apa kegiatan para gadis selalu begitu?”tanya Jaejoong membuat Taeyeon dan Yoona terkejut dan sadar akan kehadiran Jaejoong di dapur.
“Maksudnya?” aura ‘perang’ Yoona mencuat.
Jaejoong tersenyum sinis dan meneguk minumannya.
“Ingin tahu tentang kehidupan pribadi orang lain…” sambung Jaejoong singkat, Yoona mendengus.
“Lalu apa menguping pembicaraan orang itu juga salah satu kegiatanmu?”sengit Yoona, Jaejoong tertawa sinis.
“Aku tidak menguping, suara kerasmu yang masuk sendiri ke telinggaku, jadi jangan salahkan aku bila aku tahu apa yang sedang kalian bicarakan..” ujar Jaejoong seraya pergi dari dapur.
“Kenapa laki-laki seperti dia bisa ada di dunia ini…”gerutu Yoona kesal.
Taeyeon tak menyahut, pikirannya masih fokus pada pembicaraan antara Yunho dan Yuri yang tak sengaja ia dengar tadi.
Apa itu hanya bentuk dari pertengkaran suami istri atau memang ada sesuatu yang mereka kerjakan dengan menggunakan tameng ‘suami-istri’??

***

“Yuri..” Sungmin menghampiri Yuri yang sedang membuat kopi.
“Kamu mau?” tawar Yuri, Sungmin mengangguk kecil lalu duduk di kursi dapur.
Sungmin menatap kosong meja marmer di hadapannya.
“Tak lama, Yuri menyuguhkan secangkir kopi di hadapan Sungmin.
Perlahan tangan Yuri menyentuh kening Sungmin, gadis itu memeriksa suhu badan Sungmin, lalu ia duduk di samping Sungmin.
“Bagaimana, masih mimpi buruk?” tanya Yuri.
Sungmin tertunduk.
Yuri menepuk pelan pundak Sungmin.
“Yuri, apa dua orang tadi itu polisi?” tanya Sungmin pelan.
“Iya..”
“Apa ini ada hubungannya dengan Sooyoung?”
Yuri angkat bahu.
“Mereka ke sini untuk kasus lain..dan tentang Sooyoung..tunggulah sebentar lagi..” kata Yuri pelan.

“Hmm satu lagi..”Sungmin terlihat ragu.
“Apa…salah satu..dari polisi itu..mantan pacarmu?”
“APA?!” kaget Yuri, tapi perlahan Yuri tertawa kecil.
“Maksudmu Kang In oppa?”
“Dia itu teman kakakku, saat di Pyongyang mereka sangat dekat, sayang dia kurang beruntung..”
“Kenapa?”
“Kata onnieku, Kang In oppa tak pernah bilang suka padanya karena itu diantara mereka tak pernah ada status lebih dari teman sampai akhirnya Boa onnie malah menikah dengan KangTa oppa, padahal sudah jelas terlihat Kang In oppa suka pada Boa onnie..bahkan tadipun aku masih bisa rasakan hal itu..”
Sungmin meneguk kopinya.
“Pria itu mungkin menyesal hingga kini…karena tidak menyatakan parasaannya..sama seperti…aku..” ucap Sungmin pelan.
Yuri ikut meneguk kopinya, mereka berdua saling diam dan larut dengan pikiran masing-masing.
Begitupun dengan Yunho yang terpaku di depan dapur.

*****

Taeyeon menguap menahan kantuk, kesadarannya hampir hilang tapi ia harus bertahan untuk menyelesaikan laporan timnya minggu kemarin. Sebagian besar laporannya telah dikerjakan Jaejoong dan Tiffany karena itu sekarang Taeyeon harus mengerjakan sisanya.
Taeyeon menggeliat merenggangkan otot-otot tubuhnya, waktu telah menunjukkan pukul 2.10 pagi.
“Sedang mengerjakan apa?” tanya Junsu yang muncul di depan pintu perpustakaan.
Taeyeon menoleh, rambut Junsu terlihat berantakan, pria itu berjalan masuk.
Taeyeon kembali menatap layar komputer tapi konsentrasinya telah terpecah karena kehadiran Junsu.
“Apa aku mengganggu?” tanya Junsu.
“Kamu sadar sedang bicara dengan siapa?” tanya Taeyeon dengan dingin, ia masih kesal dengan Junsu dan sebelum melanjutkan pembicaraan ia ingin memastikan Junsu tidak melakukan kesalahan lagi.
“Tentang kemarin aku minta maaf..”
“Kim Junsu, anda belum menjawab pertanyaan saya?” tegas Taeyeon dengan bahasa formal, sekarang konsentrasinya benar-benar hancur.
Taeyeon segera menyimpan laporannya dan mematikan komputer.
“Kim Taeyeon….aku selalu sadar kalau itu kamu…tapi…” Taeyeon menatap Junsu.
“Aku..terlalu gugup bila..mengucapkan namamu..”.
Taeyeon mencibir.
“Apa ada alasan yang lebih masuk akal?” Taeyeon merasa Junsu sedang bebohong.
Seorang Kim Junsu yang sering dikirim ke luar negri untuk mewakili negaranya dalam olimpiade fisika dan sering tampil didepan publik membuat alasan….gugup menyebutkan namanya…Apa nama Kim Taeyeon itu sangat mengerikan??

Taeyeon segera merapikan buku-bukunya karena ia ingin segera pergi dari hadapan Junsu.
“Itu memang alasan yang sebenarnya..” Junsu tahu Taeyeon tak percaya ucapannya.
“Hm…” Gumam Taeyeon dingin.
“Aku selalu gugup bila menyebut nama orang yang aku suka..”
Taeyeon terdiam, hening malam membuatnya mendengar jelas ucapan Junsu.
“Kim Taeyeon adalah nama dari gadis yang aku suka…” kata Junsu dengan nada yang sangat tegas, ia ingin memastikan Taeyeon mendengar ucapannya itu.

****

Hankyung baru saja menutup rapat bersama timnya, para mahasiswa magang juga ikut andil dalam rapat hari ini, walaupun hanya mendengar dan mencatat saja.
Hankyung tersenyum ramah dan menghampiri ke 6 siswa bimbingannya.
“Bagaimana, ada kesulitan?” tanyanya.
“Tidak ada, tapi sepertinya laporan kami harus sedikit direvisi..”kata Jaejoong karena referensi mereka bertambah dari pembahasan rapat hari ini.
“Lalu kelompok kalian?” Hankyung mengalihkan pandangan pada Junsu, Yoona dan Donghae.
“Besok kami akan mengambil sampel di lapangan jadi laporan kami tinggal menunggu hasil besok..” terang Yoona, Hankyung mengangguk.
“Baik kalau begitu kalian boleh pulang dan…” kata-kata Hankyung terputus oleh getar hp-nya.
“Hallo?Apa? Anda yakin? Baik, saya segera ke sana..”wajah Hankyung berubah panik, tegang dan cemas.
“Kalian..maaf saya pergi duluan..” katanya cepat lalu segera meninggalkan ruang rapat.
“Baru kali ini aku lihat Pak Han sepanik itu..” heran Yoona.
“Aku tak peduli, saat ini aku hanya ingin cepat pulang dan tidur..” kata Tiffany.
Mereka berenam berjalan beriringan untuk pulang.

****

“Taeyeon, apa kamu masih marah dengan Junsu?” bisik Yoona karena teman laki-laki mereka berada di belakang.
Taeyeon hanya angkat bahu, iapun tak tahu apa masih marah atau tidak, tapi sejak ucapan Junsu semalam, mereka berdua belum saling bicara lagi.
“Kenapa ramai sekali?” heran Donghae karena jalan yang mereka lalui terlihat sangat ramai, para polisi dan penduduk terlihat dimenggerubuti sebuat ladang tua.
“Hei itu bukannya Pak Han?” tunjuk Yoona.
“Hebat sekali bisa langsung menemukan Pak Han diantara keramaian?” cibir Jaejoong.
“Tolong jangan mulai..”balas Yoona tak berminat debat dengan Jaejoong.
“Maaf, di sana ada apa, kenapa sangat ramai?” tanya Junsu pada seorang penduduk.
“Di ladang keluarga Mon ditemukan potongan tubuh manusia..”terang orang itu.
“Apa?!!”
“Ya ampun tempat ini sangat mengerikan…!!” merinding Tiffany makin benci dengan tempat ini.
Taeyeon menyegitkan matanya saat menangkap sosok Yuri dan Yunho diantara keramaian tapi mereka berdua tampak meninggalkan lokasi dengan terburu-buru.

“Hei kalian?” Kyuhyun menyapa Taeyeon cs.
“Apa kabar..?” sapa para mahasiswa itu kompak, Kyuhyun tersenyum ramah.
“Apa kasus seperti ini sering terjadi di sini?” tanya Junsu penasaran.
“Rasanya ini baru yang pertama di wilayah ini…” terang Kyuhyun.
“Kyuhyun ayo cepat..” panggil seorang polisi.
“Maaf aku harus pergi..sampai jumpa..” pamit Kyuhyun.

“Sebaiknya kita pulang saja..” ajak Donghae tak nyaman dengan suasana di tempat itu.
“Ya aku setuju..” saut Tiffany cepat.
“Setuju apa? Pulang bersamaku dan kita..” Donghae mulai menggoda Tiffany dengan tatapan genitnya.
“Dasar cowok genit!!”maki Tiffany lalu mempercepat langkahnya.
Yang lain segera menyusul Tiffany, sekilas Taeyeon kembali melihat ke arah ladang yang masih terlihat ramai.
Entah mengapa ia merasa sesuatu yang aneh dalam hatinya…tapi rasa itu tak dapat Taeyeon terjemahkan..

Bersambung…


7 responses to “The Team Chap 4

  1. rapunsyoo says:

    woaaaa akhirnya Junchan confess ke Taeng >< Taesunya bener2 mantep unn haha

  2. AHHH AKU NGERTI SKARANG ….

    Hellen noona Ini FLASHBACK nya Shoot Your Love kah ? ? ?

  3. aishhh

    Lanjut Chapter Five

  4. kwonyunhee says:

    Makin penasaraaan, huhuhuu tae suu mntep tpi msih mntep yunhoo yurii yeaaaay ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: