HeLLeN's Imagination

My World My Rules My Imagination

The Team Chap 5

on 15 January 2012

TITLE: THE TEAM
CAST: SNSD – TVXQ – SUPER JUNIOR – Minho SHINEE
GENRE: Mistery – Romance – Comedy
TYPE: SERIES (1-6)

NOTE: Ini adalah Fanfic lama yang aku Re-upload karena link di blog lama ternyata rusak^^”


Changmin menatap Sooyoung dengan tajam, ia tak dapat berkutik dengan berkas yang tergeletak di meja kerjanya.
“Bila sampai besok anda masih diam, maka saya yang akan laporkan ini ke direktur..” ungkap Sooyoung dengan nada mengancam.
Changmin tetap membisu, ia tak dapat berpikir jernih, pikirannya telah kacau.


Sooyoung telah mengetahui perbuataannya.
“Aku tunggu tindakanmu besok..” kata Sooyoung lalu meninggalkan Changmin.
Changmin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, sekarang kariernya akan berakhir dan semua yang telah ia kerjakan selama ini akan hancur dalam sekejap.
Changmin telah mencuri sampel penemuan Sooyoung yang sebenarnya merupakan produk gagal Ulsu.
Diluar dugaan gadis itu menemukan kandungan lain dari daun teh hasil rekayasa biotik penelitiannya. Sebelum temuannya dihancurkan, Changmin yang merupakan teman satu tim Sooyoung berpikir lain.
Ia malah menawarkan sampel formula milik Sooyoung pada sebuah sindikat di luar negri.

Changmin memijit-mijit keningnya yang terasa sakit, yang ia takuti saat ini bukanlah Choi Sooyoung, tapi para sindikat itu yang kini sedang mengejarnya karena sebuah perjanjian yang telah ia sepakati dengan mereka.

*****

Sooyoung menyusuri koridor menuju departemen penelitian dimana teman-temannya telah menunggu untuk merayakan promosi jabatannya. Sooyoung memperlambat langkahnya dan meraih ponsel yang bergetar di jas kerjanya.
Di layar tertera nama Siwon.
“Hallo oppa?” jawab Sooyoung.
“Sooyoung, ada yang mau aku bicarakan, nanti kamu pulang jam berapa? Tanya Siwon.
“Mungkin larut malam, karena malam ini aku dengan teman-temanku akan merayakan promosiku..”terang Sooyoung seraya masuk ke departemennya, seorang temannya memberi isyarat untuk bergegas, Sooyoung mengangguk.
“Kalau begitu bersenang-senanglah tapi jangan sampai mabuk..OK!” pesan Siwon dengan nada sedikit kecewa.
“Iya oppa..” patuh Sooyoung, setelah itu ia bersiap untuk pulang dan meraih tas kerjanya.
“Uppsss..” Sooyoung mengingat sesuatu, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam jas kerjanya.
Sooyoung tersenyum pada kotak mungil itu, di dalamnya berisi sesuatu yang special untuk Hankyung, besok saat ia dan Hankyung makan malam bersama, ia bermaksud memberikan hadiah itu pada Hankyung.
“Sooyoung ayo..” ajak seorang temannya.
“Ok..” Sooyoung memasukkan kotak mungilnya ke dalam laci meja kerjanya, tak lupa ia menaruh sebuah kartu berwarna biru tua di atasnya, setelah itu ia segera menghampiri teman-temannya.
****Taeyeon terdiam di depan pintu kediaman Yuri, sedari tadi ia terus mengetuk pintu bahkan telah mengelilingi villa ini tapi sepertinya para penghuninya tak ada.
Dengan lesu ia duduk di lantai teras.
Entah ini kebetulan atau tidak, disaat bersamaan setelah ia melihat kehadiran pasangan ini dan Pak Han di ladang keluarga Mon beberapa hari lalu, ketiga orang ini tak dapat ia temui lagi.

“Taeng, jangan terus mencari..ini hanya membuatmu menangis..”
Untuk kesekian kalinya Taeyeon terus mengalami mimpi yang sama, dimana ia bermimpi bertemu Sooyoung dan Sooyoung memintanya untuk tak mencari dirinya.

Pintu pagar berdecit membuat Taeyeon terkejut, ia mengira penghuninya yang datang tapi ternyata Jaejoong yang berjalan menghampirinya.
“Sedang apa di sini?” tanya Jaejoong, Taeyeon segera beranjak.
“Aku mencari penghuninya..”
“Tiffany mencarimu..gadis itu sangat berisik..ia dan Yoona telah membuat makan malam…”
Mereka beriringan keluar dari tempat Yuri.
“Kamu tidak pulang?” heran Taeyeon karena Jaejoong berbalik menjauhi villa mereka.
“Aku mau ke rumah Pak Han, ada yang harus aku serahkan “terang Jaejoong seraya menunjuk tas ranselnya.
“Pak Han?!” senyum Taeyeon mengembang.
“Boleh aku ikut? Kebetulan aku ada urusan dengan Pak Han..”Jaejoong tak menjawab, ekspresinya terlihat ragu.
“Ayolah, aku tidak akan merepotkanmu..” pintu Taeyeon dengan wajah penuh pengharapan, Jeejoong akhirnya mmengangguk pelan.

*****

Hankyung melepas jaketnya dengan resah.
Tak lama kemudian Kibum keluar dari sebuah ruangan dan menghampiri Hankyung.
“Bagaimana?” tanya Hankyung dengan cemas, Kibum terdiam dan menghela napas pelan.
“Iya, itu jasat Choi Sooyoung…” kata Kibum pelan.
Tubuh Hankyung lemas seketika, jantungnya serasa berhenti berdetak, nyawanya bagai lepas meninggalkan tubuhnya begitu menyadari kenyataan sosok itu adalah Sooyoung gadis yang ia cintai, walaupun dari awal telah ada indikasi kearah itu.

“Tabahlah, aku pasti berusaha semaksimal mungkin untuk ungkap kasus ini…” Kibum menepuk pelan pundak sahabatnya itu, karena kasus ini ia pula yang tangani.
“Ayo aku antar pulang..aku tak mau kamu kecelakaan untuk kedua kalinya…” Kibum memapah tubuh Hankyung yang lemas dan bergetar.

*****

“Sepertinya Pak Han tak ada di rumah..” ujar Jaejoong setelah memanjat pagar untuk melihat ke dalam.
Taeyeon mengembungkan pipinya dan memainkan kerikil dengan kakinya.
“Menurutmu…Pak Han itu orang yang seperti apa?” tanya Taeyeon saat Jaejoong bersandar pada tembok di dekatnya.
“Maksudnya?”
“Hm..dari sudut pandangmu..Pak Han itu sosok yang bagaimana? Karena sepertinya diantara kita semua kamu orang yang paling dekat dengannya..”
“Kamu salah satu penggemar Pak Han juga?” tanya Jaejoong dengan nada sinis, Taeyeon tertawa kecil.
“Penggemar?!”
“Iya seperti Yoona…”
Sekarang tawa Taeyeon makin keras.
“Kim Jaejoong, kamu suka Yoona ya?” tanya Taeyeon disela tawanya.
“Dan kamu juga suka Junsu, iya kan?” Tawa Taeyeon lenyap seketika bersama datangnya sebuah mobil yang berhenti tepat di hadapan mereka.
Tak lama, Kibum turun dari mobil.
“Kalian?!” kaget Kibum begitu juga dengan Taeyeon dan Jaejoong.
“Mereka mahasiswa magang di Ulsu…” teran Hankyung yang baru keluar dari mobil.
Wajah Hankyung terlihat pucat dan kacau membuat Taeyeon ragu ingin menayakan tentang Sooyoung.

Taeyeon dan Jaejoong menunggu di ruang tamu, sementara Kibum mengantar Hankyung ke kamanya.
“Apa kamu tahu Pak Han kenapa?” bisik Taeyeon, Jaejoong menatap datar ke Taeyeon.
“Hey ayolah, aku tak harus jadi penggemar Pak Han dulukan untuk bertanya?” pinta Taeyeon dengan wajah serius.
“Dari rumor di kantor katanya mayat yang ditemukan di ladang waktu itu adalah kekasih Pak Han..”
“Apa?! Pantas saja kondisi Pak Han seperti itu…”
“Tapi itu baru gosip, aku tak tahu kebenarannya..”

“Maaf buat kalian menunggu…” kata Kibum yang tiba-tiba muncul.
“Sebaiknya kami pamit dan ini file-file milik Pak Han, tolong sampaikan..” Jaejoong menyerahkan beberapa map kepada Kibum.
“Maaf kalau kalian…”

“SOOYOUNG-AAAA!!!!” Teriak Hankyung dari kamar, Kibum segera berlari ke kamar Hankyung.
“Sooyoung?!” kaget Taeyeon, ia segera mengikuti Kibum ke kamar Hankyung.
“Hankyung!!” pekik Kibum cemas dengan kondisi Hankyung yang terlihat frustasi dan semakin kacau, semua barang-barang di kamarnya berserakan dan beberapa pecah.
Hankyung sendiri terlihat berlutut di lantai dengan tertunduk.
“Dengar Kibum, kamu harus temukan pembunuhnya Sooyoung..!!!!” teriak Hankyung penuh emosi.
“Soo..Young…?!” mata Taeyeon terpaku pada sebuah foto di lantai dekat Hankyung.
Foto Hankyung bersama seorang gadis…sahabatnya…Sooyoung.
Dalam sekejap Taeyeon ikut jatuh ke lantai bersama dengan airmatanya yang mengalir.
“Sooyoung..” bisik Taeyeon masih tak percaya dengan apa yang baru ia dengar.
“Taeyeon kamu kenapa?” bingung Jaejoong.
Taeyeon menarik napas dan menghapus airmatanya.
“Jadi…mayat yang ditemukan di ladang itu adalah Sooyoung…Choi Sooyoung?!” tanya Taeyeon dengan menunjuk foto Sooyoung, ia ingin memastikan kebenarannya.
“Kamu kenal dia?” tanya Kibum.
“Dia…sahabatku…”jawab Taeyeon diantara isaknya.

*****

Perlahan Taeyeon keluar dari kamarnya, ia tak ingin membangunkan Yoona karena isaknya karena itu ia langsung menuju teras villa, ia tak peduli saat ini hampir tengah malam.
Taeyeon menarik napas dalam-dalam mencoba tenang lalu menekan nomor ponsel Heechul, ia menunggu panggilannya tersambung, tapi gagal terus.
Heechul tetap tak menjawab panggilannya.
Gadis itu akhirnya memilih untuk meng-sms tentang kematian Sooyoung pada kakaknya itu.
Setelah itu Taeyeon kembali terdiam dan berpikir…
Apa ini jawaban dari mimpi-mimpinya selama ini?
Benar kata Sooyoung, pada akhirnya hanya tangisan yang didapat oleh Taeyeon.
Tapi kenapa harus Soyoung??
Cara kematiannya juga tergolong sadis..
Lalu kenapa Pak Han mengatakan bahwa Sooyoung tak bekerja lagi seakan Sooyoung hanya dimutasi atau keluar dari perusahaan?
Apa Pak Han benar-benar tak tau tentang hilangnya Sooyoung?
Apa menghilangnya Sooyoung memang sengaja disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu?

Berbagai pertanyaan muncul dibenak Taeyeon, perlahan ia mengusap wajahnya yang terasa dingin oleh terpaan angin malam, lalu ia segera merapatkan jaketnya karena udara makin dingin.
“Mau ini?” Taeyeon tersentak oleh suara Junsu.
Laki-laki itu muncul dengan menyodorkan secangkir teh di hadapan Taeyeon.
Taeyeon segera menghapus airmatanya, tapi ia tak mererespon pemberian Junsu.
“Aku tidak akan mengganggu..” Junsu meraih tangan Taeyeon untuk menyerahkan cangkir teh.
Taeyeon merasakan hangatnya tangan Junsu membuatnya tak ingin melepaskan tangan itu.
“Terima kasih..” ucap Taeyeon pelan,
“Hm..dan tentang kata-kataku waktu itu…tak perlu kamu pikirkan lagi..”kata Junsu tak ingin menambah beban Taeyeon.
“Itu…”
“Kalau butuh teman bicara, aku ada di perpustakaan…” kata Junsu lagi lalu masuk meninggalkan Taeyeon yang masih ragu untuk membahas tentang mereka.
Akhirnya Taeyeon kembali melihat HP-nya, belum ada balasan dari Heechul. Ia kembali menelpon kakaknya itu, tapi HP-nya malah tak aktif.
Taeyeon hanya mendesah pelan.
Tanpa Taeyeon sadari, dari kegelapan dekat villanya sepasang mata penuh kebencian sedang mengawasinya.

“Kim Taeyeon..kamu harus membayar semuanya…”geram sosok itu.

*****

Yunho berjalan keluar dari Ulsu lalu segera menghampiri sebuah Jeep hitam yang telah menungguinya.
“Bagaimana?” sambut Yuri begitu Yunho masuk.
Yunho menghela napas dan mengendorkan dasi biru tuanya, Yuri tersenyum sekilas melihat dasi pemberiannya dipakai oleh Yunho.
“Mereka belum bertindak, sementara ini kita hanya bisa menunggu dan jadi penonton..” terang Yunho putus asa.
“Tadi aku dapat kabar bahwa Kim Heechul telah keluar Pyongyang, mungkin dia akan ke sini dan..”
“Kang In!!!” kata Yunho tiba-tiba memotong ucapan Yuri.
“Kang In oppa? Kenapa dengan dia?” heran Yuri.
“Kita gunakan Kang In untuk melindungi Kim Taeyeon, kalau yang dikatakan Sungmin benar, berarti nyawa Kim Taeyeon dalam bahaya…”jelas Yunho, Yuri mencerna ucapan Yunho.
“Laki-laki itu terlalu pengecut untuk menyerang Kim Heechul, jadi dia akan menyerang Kim Taeyeon, begitu?!!” Yuri ikut menebak-nebak.
“Ok kalau begitu sekarang tugasmu membereskan ‘calon kakak iaparmu’ itu..” kata Yunho kembali bersemangat.
“Bagaimana kamu tahu tentang itu?” kening Yuri mengerut.
“Tentu saja tahu..aku inikan..suamimu…” tawa Yunho sambil mengacak pelan rambut Yuri.
“Aisshhh..kumat dech!!” gerutu Yuri lalu segera memacu mobilnya meninggalkan pelataran parkir Ulsu.

*****

Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya untuk mengurangi rasa bingungnya.
Kibum hanya memainkan bolpoin di tangannya sedangkan tangan yang lain memegang berkas hasil laporan forensik.
Kang In hanya terdiam tanpa ekspresi, ia sedang memperhatikan peta buatannya dimana ada tiga titik ditemukannya potongan tubuh milik Choi Sooyoung dan Choi Minho.
“Bagaimana kalau kita telusuri lagi bagian selatan, mungkin bagian lain tubuh Choi Sooyoung dan Choi Minho bisa ditemukan…” usul Kyuhyun karena potongan-potongan yang ditemukan belum lengkap.
“Kalau begitu lakukan saja, hari ini aku harus ke Ulsu menggeledah kantor Choi Sooyoung..” saut Kibum.
“Kang In, bagaimana kalau..”

“Drrrggghhh…” ponsel Kang In yang tergeletak di meja bergetar. Dengan enggan Kang In mengangkatnya.
“Setelah keluarga Choi..sekarang penghuni baru villa itu..KIM TAEYEON!!!”
“Tut..tut..tut!!!” Kang In terbelalak kaget.
“Ada apa?” tanya Kibum melihat ekspresi Kang In.
“Kibum, cepat lacak nomor ini..”perintah Kang In menyerahkan ponselnya.
“Kyuhyun, hari ini kamu awasi Kim Taeyeon, aku rasa nyawanya sedang terancam..”
“Lalu kamu mau ke mana?” tanya Kibum heran melihat Kang In terburu-buru.
Sekilas Kang In terdiam tapi ia urung menjelaskan ke mana tujuannya.
Kan In segera meluncur ke kediaman Hankyung.

*****

“Kalian semua mau ke Pak Han?” tanya Tiffany heran melihat Taeyeon, Yoona, Jaejoong dan Junsu telah rapi.
“Taengoo, apa kamu tega meninggalkan aku dengan laki-laki mesum itu?” tanya Tiffany dengan wajah memelas.
“Fany aku..”
“OK, aku juga tinggal, terlalu banyak orang juga kasihan Pak Han..” putus Jaejoong.
“Jae, tak apa, aku bisa jaga Tiffany, tenang saja..” kata Donghae sambil mendorong pelan Jaejoong untuk pergi.
“Lee Donghae, sikapmu yang seperti ini yang bikin aku cemas, aku tak mau di tempat ini terjadi tindak kriminal..MENGERTI!!” tegas Jaejoong lalu berbalik menuju dapur.
Yoona memperhatikan punggung Jaejoong hingga pria itu masuk ke dapur.
“Lihat, walaupun ia ketus tapi dia itu pria baik…”bisik Taeyeon sedikit menggoda Yoona.
“Jadi..?!” tanya Yoona datar.
“Jadi..ayo kita berangkat..”tawa Taeyeon.
Mereka bertiga berjalan beriringan melewati jalanan menuju rumah Hankyung.

“Aku harap Pak Han sekarang lebih membaik..” harap Yoona.
Taeyeon hanya menghela napas, sedangkan Junsu memperlambat langkahnya, ia merasa mereka bertiga sedang dibuntuti.
“Apa kakakmu sudah bisa dihubungi?” tanya Yoona.
“Belum, HP-nya belum aktif sampai sekarang, tapi semoga dia membaca sms-ku..” harap Taeyeon.
“Junsu kamu sedang apa?” tanya Yoona yang melihat Junsu terdiam dan menatap jalanan di belakang mereka.
Junsu berbalik dan tersenyum lalu berlari kecil menyusul kedua temannya itu.
Tiba-tiba ia menangkap sosok bayangan diantara pepohonan, tapi ia tak dapat memastikan karena daerah yang mereka lewati tak begitu terang.
“Yoona, aku pinjam senternya sebentar..” pinta Junsu ia ingin memastikan penglihatannya tadi.
Begitu dapat Junsu segera mengarahkan cahaya menyusuri pepohonan di pinggir jalan hingga….
“AWASS!!!” teriak Junsu.
“DUARR!!!!”sebuah letusan pistol menggema bersama robohnya tubuh Junsu dan Taeyeon.
“YA TUHAN!!!” kaget Yoona segera melihat keadaan dua temannya.
Junsu tanpak memeluk erat tubuh Taeyeon.
“Jun..Junsu…” bisik Taeyeon karena tubuh Junsu terus memeluknya, perlahan Taeyeon merasa punggungnya menjadi dingin dan basah.
Yoona membantu Taeyeon bangun dan….
“JUNSU!??!!” pekik Taeyeon begitu melihat darah memenuhi baju Junsu dan pria itu tak bergerak lagi.

Bersambung…ke Chapter 6

 


7 responses to “The Team Chap 5

  1. rosna says:

    makin penasaran Yul itu baik apa jahat sich….lanjut ah ke yg terakhir

  2. dheacloud says:

    waaaa… yunri so sweet..
    lanjut author…
    klo bisa banyakin yunri moment ya😀
    hwaiting!!!

    • HeLLeN says:

      ok silahkan baca sampe tamat dan jangan lupa baca chap bonus the team juga SHOOT YOUR LOVE (fokus ke Yunri story)

      makasih dah mau baca dan tinggalin komen ya^_^

  3. rapunsyoo says:

    hwaaaaaa junchan T.T so sweet banget sih ngelindungin Taeng hiks

  4. kwonyunhee says:

    Nah lhooo, ini kenapa ditembaaak? Nah lhoo jadi penjahatnyee siapaa?
    next ya minnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: