HeLLeN's Imagination

My World My Rules My Imagination

(Oneshot) Blind Date

on 21 October 2015

PicsArt_10-21-01.49.18

TITLE:BLIND DATE
CAST: YUNHO – YURI
GENRE: DARKFIC
TYPE: ONESHOT
RATING: NC 17

Aku membesarkan suara berita yang sedang aku dengarkan dari ponselku, sebuah ulasan berita menarik perhatianku. Sebuah berita pembunuhan berantai dimana beberapa korbannya dibunuh dan kehilangan bagian kepalanya.
Keningku menyengit, mataku menatap serius ke layar ponselku. MENARIK. Pikiran itu yang terlintas dalam benakku.

“Maaf saya terlambat…!” Suara seorang gadis mengagetkanku.
“Kamu Jung Yunho?!” Tanya Gadis itu dengan napas tidak beraturan. Sepertinya dia berlari untuk sampai ke sini.
Aku tersenyum kecil dan bangkit dari dudukku.
“Saya Jung Yunho, apa kabar..”kataku memperkenalkan diri.
Gadis itu tersenyum manis, membuat aku spontan ikut tersenyum karena ekspresi manisnya.
“Saya Kwon Yuri, senang bertemu denganmu..” katanya memperkenalkan diri.
Iapun duduk dihadapanku.

Ini pertama kalinya kami bertemu setelah beberapa kali temanku membuatkan janji kencan buta dengan gadis ini.
Awalnya aku sama sekali tidak berminat, namun karena akhir-akhir ini aku merasa jenuh dan butuh hiburan karena itu akhirnya aku setuju untuk bertemu dengan gadis ini.

Dan sejak pertama kali melihatnya aku langsung menyukainya. Aku pikir Kwon Yuri adalah sosok yang selama ini aku cari, dan ia muncul disaat yang sangat tepat, dimana aku sedang merasa kebosanan dan butuh sebuah hiburan.
“Apa kamu bosan?” tanyaku saat melihat Yuri menguap kecil.
“Maaf, hari ini hanya sedikit melelahkan..” jawabnya sambil tersenyum malu.
“Apa kamu mau pindah tempat?” tanyaku sambil melihat sekeliling. Di sini suasana sengaja dibuat romantis untuk para pasangan, tapi hal ini yang malah membuat suasana terasa membosankan.

Yup, hanya sekedar berbincang santai di cafe ini bukanlah tujuan utamaku. Aku bahkan tidak tertarik dengan basa basi yang sedari tadi kami lakukan, hanya membahas seputar musik, makanan, pekerjaan dan masa depan.
Ayolah, bukan itu tujuan utamaku untuk melakukan kencan buta hari ini.

Aku punya tujuan lain, tujuan untuk menghilangkan rasa bosanku ini.
“Apa kamu ada ide lain?” tanya Yuri seraya meneguk habis minumannya, seperti memberiku petunjuk untuk segera pergi dari tempat ini.

“Apa mau mampir ke tempatku?” tanyaku langsung.
Yuri langsung menatapku, ia berusaha membaca maksudku.
“Seperti yang kamu tanyakan tadi, apa yang senang aku lakukan, kalau kamu ke tempatku sekarang, kamu akan tahu apa yang senang aku lakukan…” terangku santai sambil tersenyum kecil, memberi gadis itu petunjuk.
Yuri tertawa dan aku rasa gadis itu paham maksudku, ia mengangguk kecil.
“Baiklah..” jawabnya singkat.

###

Di tempat tinggalku..
Mata Yuri menatap sekeliling ruangan, ia tak mengatakan apapun, sesekali ia memandangku lalu pandangannya beralih ke sekeliling ruanganku lagi.
“Apa kamu mau segelas wine?” tanyaku seraya membuka pintu lemari tuaku.
“Di..sini..ada?!” tanyanya dengan nada tak yakin.
Aku tertawa mendengarnya dan segera mengeluarkan sebotol wine tahun 90an ku.
“Aku tak percaya ini..”serunya saat aku mengangkat botol dan menunjukkan padanya.
Aku tersenyum dan menghampirinya.
“Maaf, tapi tempat ini dari luar hanya terlihat seperti gudang tua, dan begitu masuk malah terlihat seperti laboratorium, dan.. ini..di sini bahkan ada wine..” celoteh Yuri dengan ekspresi bercampur.
“Karena itu, jangan hanya lihat sesuatu dari covernya, sebelum mengetahui lebih jauh..” kataku sambil tertawa, Yuri ikut tertawa.
“Ya, kamu benar, aku tak menyangka pria sepertimu bisa tinggal di sini..”
“Pria sepertiku?!” Aku sengaja mencondongkan tubuhku lebih dekat kearah Yuri saat menyodorkan segelas wine padanya.
“Ya maksudku dengan dandanan rapimu hari ini aku pikir kamu seorang pekerja kantor yang…”
“Dan sekarang, apa yang kamu lihat?”tanyaku sengaja memotong ucapannya dengan mendekatkan wajahku ke arahnya.
Aku sengaja menata lurus ke arah matanya.

Sebentar lagi kamu akan tahu lebih banyak lagi tentangku, dan itu inti dari kebersamaan kita malam ini, batinku menahan rasa senangku.

Yuri tersenyum kecil, ia sepertinya mulai menikmati kebersamaan dan suasana ini
“Aku tidak ingin berasumsi lagi, karena mungkin masih banyak lagi hal diluar dugaan yang akan aku lihat..”jawabnya santai seraya meneguk winenya.

Hm..aku rasa ia cukup pintar.

“Apa mau main sebuah permainan?” tanya Yuri tiba-tiba.
Membuatku sedikit terkejut.

Hei, apa yang gadis ini pikirkan?!

Yuri menatapku dan tersenyum kecil.
“Kita di sini bukan sekedar untuk minum wine kan?” tanyanya, aku masih terdiam berusaha membaca pikiran gadis itu.
“Bagaimana kalau kita bermain, kau tunjukkan sesuatu yang menyenangkan lalu setelah itu, akupun akan tunjukkan hal yang sama..” terangnya dengan ekspresi menggoda.

Maksudnya kini terbaca, tanpa bicara lagi aku langsung mencium bibirnya, iapun segera membalas ciumanku dan kami mulai bercinta tanpa aba-aba, kami bergerak begitu saja.

Ternyata dugaanku benar, ia hanya gadis biasa yang langsung hanyut dalam suasana yang aku ciptakan.
Permainan yang bisa siapa saja bisa lakukan dengan mudah. Tapi nanti aku akan membuat akhir yang berbeda, dimana tidak semua orang dapat lakukan.

Aku mengelus lembut kulit tubuh Yuri dan sesekali menciumnya. Aku suka jenis kulit ini.
Lembut, halus dan sedikit kecoklatan. Tidak salah temanku memasangkan kami untuk berkencan, gadis ini memang tipeku yang cocok aku ajak untuk bermain.

Tunggu saja, setelah ini kita akan melakukan permainan yang sesungguhnya.

“Yuri-ssi..”seruku ditengah aktivitas bercinta kami.
“Hmm?” ia membuka matanya dan menatap yang berada diatas tubuhnya.
“Boleh aku tanya sesuatu?”
“Iya..”
“Apa sekarang kamu sudah tahu apa yang senang aku lakukan?”
Yuri tertawa dan kembali menutup matanya menikmati kenikmatan yang aku beri.
“Bercinta..” jawabnya disela tawanya.
Aku ikut tertawa dan menatap tubuh Yuri sekilas, lalu beralih pada sebuah pintu yang berjarak beberapa meter dari kami.

Di sana, di sana nanti kamu akan tahu kesenangan apa yang aku suka lakukan.
Dimana semua kesenangankan berkumpul.
Dan sebentar lagi bagian tubuh ini akan menjadi salah satu bagian dari koleksiku. Tepatnya kulit kecoklatan ini akan menjadi koleksi baruku, dan proses membuatnya akan jadi sebuah permainan yang sangat menyenangkan, karena membutuhkan kesabaran dan ketelitian untuk mendapatkan bahan koleksi yang terbaik.

Setelah ini, jadi tunggulah…
Sebentar lagi.

“Ok, sekarang giliranku..” tiba-tiba Yuri membuka matanya membuatku sedikit terkejut.
“Maksudnya?!” Aku sedikit bingung.
“Gantian aku yang menunjukkan hal yang menyenangkan menurutku selain ini..”.

Gadis itu berusaha bangkit dan merubah posisi kami, kini ia duduk diatas tubuhku.
Ini membuatku tertawa melihat tingkahnya.
Ternyata ia ingin gantian pegang kendali.
Baiklah, aku beri kesempatan sebelum akhirnya ia akan jadi pajanganku selamanya.

Yuri perlahan menggerakkan tubuhnya berusaha memberiku kenikmatan.
Perlahan berubah menjadi sedikit cepat dan makin cepat membuatku spontan memejamkan mata dan selang beberapa detik membuatku lupa akan tujuan utamaku membawa gadis ini ke tempatku ini.

“Bagaimana? Apa menyenangkan?” Tanyanya.
“Ini belum puncaknya..” lanjutnya lagi.
Aku membuka mata dan melihat gadis itu tersenyum.
Senyum itu sedikit aneh.
Senyum gadis itu semakin lebar dan ia makin mempercepat gerakannya diatas tubuhku membuatku tak bisa memikirkan apa maksud senyumnya.

Hingga tiba-tiba saja ia bergerak meraih sesuatu di lantai dan…

“SRAKKK!!”
Aku tak tahu apa yang terjadi, semua terjadi begitu cepat.
“Terima kasih untuk malam ini…” ucap gadis itu menatapku.
Aku masih tak paham dengan situasi yang terjadi, aku hanya melihat sebuah pisau bedah ditangannya.
Aku merasa leherku basah, aku tak mampu menggerakkan tanganku untuk memeriksa leherku, tapi aku bisa melihat cairan merah disekitar leherku yang menyebar cepat ditempat tidurku.

“Sekarang saatnya puncak permainan kita, terima kasih telah menghilangkan kebosananku malam ini…” katanya yang seraya menutup tubuhnya dengan pakaiannya.

Sial, aku kalah cepat dan sekarang aku kalah dalam permainan ini dimana aku berpikir akulah penguasa permainan ini.
Aku berusaha tersenyum akan kekalahanku ini.

Aku merasa napasku mulai berat, penglihatanku mengabur dan sebelum aku menutup mataku aku bisa pastikan gadis itu memegang pisau yang lebih besar dan…

“KRAKKK!!!”
Sebuah tebasan akhir membuatku tak bisa merasakan apapun lagi.

Dan kencan buta inipun berakhir.
=The End=


18 responses to “(Oneshot) Blind Date

  1. fredaiueo99 says:

    Wahh keduanya sama sama kejam. Tp keren kok nggk bs ditebakπŸ™‚

    • HeLLeN says:

      makasi ya masi mau mampir dan baca di sini
      kaget juga udah ada yang kasi reapon..
      soalnya blognya udah lama ngga diisi..

      krn lagi badmood makanya pengen luapin dan akhirnya jadi darkfic ini deh..

      makasi udah baca dan komen ya

  2. mampus thriller abis ini genree nya. Hahaha sama2 doyan mutilasi hahaha kece. welcomeback yaa setelah sekian lama hiatus. hehe

  3. Widya syc says:

    DaebakπŸ™‚ tpi agak ngeri sih bacanyaπŸ™‚

    • HeLLeN says:

      hahahah…iya mungkin pengambaran dan penjelasan cerita kurang detil.

      soalnya author cuma pengen lepasin badmoodnya jadi curhat ala ff deh..

      makasi ya tetep mau baca dan komen..

  4. Lisa says:

    OMG !! nyaris ga percaya gue nih wepe aktif lagi setelah bertahun2 akhirnya.. gue kangen ff2 lu ka >_< β™₯β™₯

  5. "byeol" IP says:

    ga ada sesuatu yg fantastis di cerita ini…..terkesan membosankan

    gunakan hatimu saat menulis,,hasilnya akan lebih indah aku rasa

    selamat datang kembali hellen…

    ingat “GUNAKAN HATIMU..BUKAN EGOMU”

    • HeLLeN says:

      aduh tante..
      selalu aja komennya nyebelin.

      nulis itu harus dengan ego…
      tu liat slogan blog ini, my world my rules my imagination..
      udah keliatan ego banget kan hahhahaha

  6. ceritanya seru dan ternyata yunho pembunuh berantai dimana ia kencan dengan yuri yang juga seorang pembunuh berdarah dingin yang bahkan lebih kejam

  7. tinakwon123 says:

    hallo thor…. gw pedatang baru… izin baca yaaa salam kenal..

  8. soneimagination77 says:

    haloo author, jadi keduanya sama – sama psikopat ya?
    ck!

  9. Susiani says:

    Gue gak nyangka ensnya akan begini T^T mereja bedua sama-sama psyco. Oiya thor bagian nc nya kurang hot tuh BHUAHAHAHAHA *Ketahuan yadonh-_-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: